Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRAJURIT yang terpapar covid-19 di klaster komplek militer di Kota Bandung dan Cimahi berangsur sembuh. Hingga Selasa (14/7) sore, dari total 1.280 yang terpapar, sudah terdapat 165 pasien yang dipastikan menjadi negatif covid-19.
Hal ini disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Berli Hamdani, di Bandung, Selasa (14/7). Dia menjelaskan, saat pertama kali diketahui adanya penyebaran di klaster komplek militer pada 25 Juni lalu, pengetesan langsung dilakukan baik terhadap prajurit TNI Angkatan Darat tersebut.
"Per hari ini bertambah 65 yang sembuh (menjadi negatif covid-19). Total yang sembuh jadi 165," katanya.
Adapun sisanya masih dalam perawatan meski tidak ada satupun yang menderita gangguan kesehatan berat.
"Tidak ada keluhan berat. Yang lainnya dirawat, dan dipantau biasa," katanya.
Selain pemeriksaan terhadap kawasan militer yang menjadi klaster baru itu, Berli memastikan penanganan serius pun dilakukan terhadap warga sipil di sekitarnya. Hingga saat ini, menurutnya sudah terdapat 48 masyarakat umum yang menjalani rapid test.Dari jumlah tersebut, terdapat 28 yang harus menjalani tes lanjutan secara swab.
Baca juga : Sisakan Satu, 23 Pasien Covid-19 di Penajam Sembuh
"Tidak semuanya dites swab, karena tidak semuanya yang reaktif," ujarnya seraya menyebut hasil tes usap ini semuanya terkonfirmasi negatif covid-19.
Berli memastikan, pemeriksaan terhadap masyarakat umum di sekitar komplek militer itu akan terus dilakukan terutama terhadap individu yang terlacak memiliki kontak langsung dengan prajurit yang positif covid-19. Mulai Rabu hingga Jumat mendatang sedikitnya 600 warga umum yang akan menjalani rapid tes.
Tak hanya pengetesan, menurutnya pemantauan secara intensif pun akan dilakukan pada daerah-daerah di sekitar komplek militer tersebut seperti dengan penerapan pembatasan sosial berskala mikro. Upaya ini akan dilakukan baik oleh unsur dari provinsi, kabupaten/kota, hingga gugus tugas di tingkat kelurahan/desa.
"Untuk pemantauan di lingkungan militer, itu akan dilakukan langsung oleh Mabes TNI," katanya. (OL-2)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Siswa secapa TNI AD yang sembuh mencapai 1.241 orang atau 94.8% dari jumlah 1.308 pasien. Sementara yang masih positif virus korona tinggal 67 orang atau 5,2 %.
Dengan sembuhnya sekitar 1.200 prajurit TNI AD tersebut, Emil memastikan bahwa jumlah pasien yang sembuh di wilayahnya jauh lebih banyak dibanding yang masih positif.
"Jadi dari total 1.308 pasien positif covid-19 di Secapa AD pada pagi ini sudah berkurang 468 orang, jadi tinggal 840 orang."
"Terapi plasma konvalesen sudah sangat bagus apalagi jika obat anticovid-19 ini ditemukan dengan cepat. Wah ini lebih hebat lagi dan akan lebih cepat,” ujar Andika.
Saat ini, uji klinis anticovid-19 melibatkan perwira Siswa Sekolah Calon Perwira AD (Secapa AD) yang terpapar virus sebagai obyek uji coba.
Para pasien positif klaster Secapa AD menerima uji klinis dan perawatan hasil kerja sama Universitas Airlangga, TNI AD dan Badan Intelijen Negara (BIN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved