Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM beberapa hari terakhir, jumlah Dalam beberapa hari terakhir jumlah kasus positif Covid-19 di Sumatra Utara mengalami peningkatan. Pemprov Sumatra Utara menilai penyebab utamanya adalah perilaku masyarakat yang tidak peduli lagi protokol kesehatan. Ketua Senat Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. Dr. Syawal Gultom tidak membantah penilaian tersebut. Karena itu dia meminta pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota di Sumut memberi pemahaman yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai pandemi ini.
"Pemerintah daerah agar memberikan pemahaman yang lebih jelas lagi mengenai karakteristik Covid-19 serta sistem penularannya," ujar Syawal, Rabu (24/6).
Dengan pemahaman yang lebih jelas dia yakin akan timbul kesadaran dalam diri masyarakat sehingga mematuhi protokol kesehatan dan dapat menekan penularan Covid-19. Pemahaman yang lebih baik akan membuat masyarakat lebih patuh dan sadar dalam menjalankan protokol kesehatan sehingga penularan virus dapat dicegah. Terlebih, lanjut Syawal, ada tantangan yang harus ditaklukkan juga saat ini, yakni rasa ketidakpercayaan sebagian masyarakat terhadap virus korona.
"Bahkan ada yang menganggap virus ini hanya imej yang dibangun oleh sebuah konspirasi," imbuhnya.
Maka itu institusi-institusi yang berwenang, khususnya pemerintah daerah,juga harus bisa mematahkan anggapan tersebut dengan kepastian dan tidak terkesan ragu-ragu. Untuk menghilangkan imej tersebut Syawal berharap para ahli medis dapat memberikan penjelasan yang sebenar-benarnya mengenai Covid-19, bukan hanya sebatas bahayanya tetapi juga penularannya.
Dia pun berharap agar warga yang pernah menjalani perawatan karena positif Covid-19 dan berhasil sembuh dapat dimanfaatkan untuk menjadi pembicara dalam memberikan sosialisasi tentang Covid-19 kepada masyarakat.
"Dengan pengalamannya saat menjalani perawatan hingga sembuh, tentunya akan efektif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat," pungkasnya.
baca juga: Bangka Klaim Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Capai 93 Persen
Dalam seminggu terakhir, jumlah kasus Covid-19 di Sumatra Utara mengalami peningkatan yang berarti. Sampai dengan 23 Juni 2020, angka kasus positif sudah mencapai 1.232 dengan 204 orang PDP.Melonjak hingga 275 kasus positif dibandingkan dengan satu minggu sebelumnya, atau 16 Juni 2020, yang sebanyak 957 dengan 143 orang PDP. Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut tersebut secara rata-rata terdapat hampir 40 orang warganya terdeteksi mengidap Covid-19 setiap hari.(OL-3)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved