Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMKOT Palembang mengajukan perpanjangan pemberlakuan PSBB di wilayahnya. Lantaran kasus positif korona baru (Covid-19) masih cukup tinggi, tercatat 576 kasus. Sedianya PSBB berakhir hari ini (Selasa, 2/6).
Wali kota Palembang Harnojoyo mengatakan, pada pemberlakukan PSBB tahap kedua ini pihaknya akan lebih memaksimalkan kinerja sejumlah unsur baik dari Pemda, TNI dan Polri. Khususnya untuk melakukan upaya jemput bola dalam mensosialisasikan protokol kesehatan di pusat-pusat keramaian.
"Dari hasil rapat evaluasi yang telah berlangsung selama dua hari ini maka, kita putuskan pelaksanaan PSBB di Kota Palembang akan diperpanjang hingga 14 hari kedepan," kata Harnojoyo, Selasa (2/6).
Meski begitu, ada beberapa hal yang akan diperbaiki dalam pelaksanaan PSBB tahap kedua tersebut yang mana intinya untuk lebih menekankan kedisiplinan prilaku masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.
"Misalnya kita akan menempatkan petugas di semua tempat, khususnya pusat keramaian untuk memantau dan memastikan jalannya physical distancing," katanya.
Menurut Harnojoyo, selama pelaksanaan PSBB tahap pertama masyarakat sudah cenderung mematuhi imbauan untuk mencegah penyebaran covid-19.
Sementara terkait kegiatan keagamaan di tempat-tempat ibadah, Pemkot Palembang tetap akan berpedoman terhadap Kementerian Agama dan instansi terkait lainnya. Semua teknis terkait pelaksanaan PSBB kedua ini nantinya akan dituangkan dalam revisi Peraturan Wali Kota Palembang yang baru.
"Rencana perpanjangan PSBB ini akan segera kita sampaikan ke Gubernur Sumsel dan Menteri Kesehatan RI. Dan selama menunggu hasil dari Kemenkes, kita akan tetap menerapkan aturan seperti PSBB pertama," katanya.
Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, PSBB Palembang selama ini kurang optimal sehingga diputuskan untuk berlanjut.
"Sesuai aturan di Kemenkes, PSBB Palembang habis hari ini pukul 00.00 WIB. Sambil menunggu persetujuan menkes dan revisi Perwali, ada penegakan protokol disiplin di masyarakat dari sekarang," katanya.
Anom mengatakan sebagai bagian dari regulator untuk PSBB, pihak kepolisan sudah siap menegakkan disiplin masyarakat. "Karena hasil PSBB ini tidak akan maksimal jika masyarakat tidak melaksanakan protokol kesehatan," tandasnya. (OL-13)
Baca Juga: Pembukaan Rumah Ibadah Tunggu Hasil Evaluasi PSBB
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved