Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PASKA Lebarab harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Gede Klaten, Jawa Tengah, mulai bergerak turun atau kembali normal. Aktivitas dan situasi perdagangan di pasar tradisional masih sepi.
Pantauan mediaindonesia.com, Senin (1/6), di pasar tradisional Klaten hampir semua komoditas bahan kebutuhan pokok bergerak turun sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri 1441 H.
Saat ini, daging ayam Rp32.000 per kg atau turun Rp4.000, daging sapi turun dari Rp130.000 menjadi Rp120.000 per kg, dan telur turun Rp2.000 menjadi Rp20.000 per kg.
Untuk sayuran, cabai rawit sekarang Rp15.000 per kg atau turun Rp2.000, cabai keriting turun Rp3.000 menjadi Rp7.000 per kg, dan teropong turun Rp3.000 menjadi Rp12.000 per kg.
Harga kentang turun Rp1.000 menjadi Rp13.500 per kg, tomat yang sebelumnya Rp10.000 per kg sekarang hanya Rp6.000, dan ketimun turun Rp1.000 dari Rp3.000 menjadi Rp2.000 per kg.
Kemudian, harga eceran bawang putih di pedagang pasar stabil Rp22.000 per kg. Pun bawang merah harga masih bertahan tinggi atau di kisaran Rp55.000 per kg.
Salah satu pedagang sayur di Pasar Gede Klaten, Ngatmi, mengatakan bahwa sepekan setelah lebaran harga berbagai jenis sayuran turun, terutama cabai.
"Harga cabai sekarang murah sekali, Pak! Kita kasihan kepada petani cabai, hasil panen mereka tidak laku dijual menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, kemarin," ujarnya.
Sementara itu, Menik, pedagang daging ayam, mengeluh sepinya situasi perdagangan di Pasar Gede Klaten. Kondisi ini dirasakan sejak merebak wabah virus korona hingga sekarang.
"Kami belum tahu kapan kondisi sulit ini berakhir. Ya, semoga saja pemerintah tidak lama lagi udah bisa mengatasi virus korona, agar pasar kembali bergairah," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: ICW: Proyek Kartu Prakerja Tidak Transparan dan Tidak Berstandar
Harga daging sapi di sejumlah pasar di Jakarta Selatan dilaporkan relatif stabil menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Menjelang bulan Ramadhan, harga daging sapi di pasar mengalami kenaikan. Lonjakan harga terjadi setelah para pedagang menghentikan aksi mogok dagang selama tiga hari pada akhir Januari lalu.
Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi akan mengalami kenaikan sekitar 7% hingga 15% di periode Ramadan dan Lebaran 2026.
Pelaku usaha pemotongan daging sapi di RPH Jatimulya Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Pemerintah tidak akan ragu menindak produsen maupun distributor yang menaikkan harga daging sapi melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.
Peningkatan konsumsi biasanya didorong oleh pencairan tunjangan hari raya (THR) serta mobilitas masyarakat yang meningkat selama musim mudik.
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Data Kementerian Perhubungan mencatat lebih dari 123 juta orang melakukan perjalanan mudik pada 2023, dengan mayoritas menggunakan kendaraan pribadi.
Meski terjadi kenaikan harga cabai merah kriting, namun Pramono berupaya agar harga bahan pokok tersebut bisa tetap terjaga.
Gubernur DKI Pramono Anung menjamin stok pangan Jakarta aman jelang Lebaran 2026. Simak langkah pemerintah menjaga harga daging agar tetap stabil
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved