Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG ASN di Kelurahan Lewoleba diduga memasukkan dua anaknya yang masih di bawah umur sebagai penerima bantuan sosial tunai (BST). Padahal kedua anak itu belum memiliki kartu keluarga dan masih bersama orangtuanya. Kedua anak di bawah umur itu masing-masing terdata sebagai kepala keluarga penerima BST.
Yeni Maria Fatima, Ketua RT.30/RW 10, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan kecewa dengan data penerima BST yang dikeluarkan pihak kelurahan setempat. Ia mengaku tidak pernah memasukkan kedua anak di bawah umur itu sebagai penerima BST.
Ketua RT 30 itu telah mengusulkan 27 KK yang perlu mendapatkan BST. Namun dari 27 KK hanya 8 nama yang diakomodir. Dan dua di antaranya adalah dua anak ASN yang bekerja di Kelurahan Lewoleba Barat.
"Saya harus omong karena nanti orang tuding RT kami yang memasukkan nama ke kelurahan.Ada NIK dengan tahun kelahiran 2003 (17 tahun) dan tahun 2005 (15 tahun). Masing-masing masih bergabung dalam kartu keluarga ibunya. Tetapi mereka terdata sebagai penerima BST. Masih banyak orang yang pantas untuk dibantu di RT kami," kata Yeni, Jumat (22/5).
Menanggapi hal itu Lurah Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Petrus Yohanes Layir mengaku baru tahu kalau ada dua anak di bawah umur jadi penerima BST di Kelurahannya. Ia marah karena anak stafnya sendiri yang dimasukkan sebagai penerima BST. Menurutnya sudah banyak daftar nama yang ia keluarkan dari penerima BST, namun masih ada yang kecolongan.
Baca juga: Papua Barat Inginkan Karantina Terpusat
"Saya sudah prediksi data ini akan bermasalah.Sebab waktu yang singkat kami diminta dinas sosial untuk segera masukan nama penerima BST untuk diusulkan ke Kemensos," ujarnya.
Ia berjanji akan membatalkan pencairan BST di Kelurahan Lewoleba Barat dan menyeleksi lagi daftar penerima BST agar tidak salah sasaran. Ia juga akan memanggik stafnya untuk mengklarifikasi kedua anaknya masuk sebagai penerima BST. (OL-3)
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Kementerian Pertahanan menjadwalkan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi 4.000 ASN pada April 2026.
Upaya menjaga keberlanjutan hutan dan mangrove Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan dan anggaran, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan aparatur negara.
Pemerintah resmi membuka pendaftaran Komponen Cadangan (Komcad) ASN 2026. Simak syarat lengkap, durasi pelatihan, dan hak peserta di sini.
WAKIL Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto menyebut ada sekitar 4.000 aparatur sipil negara atau ASN dilatih untuk menjadi komando cadangan atau Komcad.
WAKIL Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, mengatakan ada 4.000 aparatur sipil negara (ASN) yang dilatih untuk menjadi komando cadangan atau Komcad.
Para pekerja penerima BSU ini harus terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Penyaluran bantuan akan dilaksanakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
Ketua Kamar Tata Usaha Negara Mahkamah Agung RI, Hakim Agung Yulius, kembali memimpin aksi Mahkamah Agung Peduli berupa penyaluran bantuan sosial
SEBAGAI wujud dukungan terhadap program Pemprov DKI Jakarta, Bank DKI kembali melakukan distribusi Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ)
Sejumlah lansia lemas dan hampir pingsang karena terlalu lama antre berdesak-desakan untuk mendapatkan basos Kemensos sebesar Rp1,2 juta.
Warga bahkan rela panas-panasan demi mendapatkan bantuan sosial berupa uang tunai dengan nominal bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga di atas Rp1 juta.
Bawaslu sedang menelusuri dugaan pendistribusian bantuan sosial (bansos) berstiker capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved