Selasa 12 Mei 2020, 10:23 WIB

Kasus Korona masih Tinggi, Makassar Gelar Rapid Test Massal

Lina Herlina | Nusantara
Kasus Korona masih Tinggi, Makassar Gelar Rapid Test Massal

DOK Penkot Makassar
Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb,

 

JUMLAH kasus korona di Kota Makassar terus bertambah meski ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini telah menberlakukan Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua sejak 8 Mei dan akan berakhir pada 22 Mei mendatang. Hingga kini, jumlah kasus positif korona di Kota Makassar sebanyak 480 kasus, dan 206 di antaranya dinyatakan sembuh. Orang dalam pemantauan 1.046 orang, dan sudah selesai pementauan 832 orang. Serta pasien dalam pengawasan 527 orang dan sehat 262 orang.

Pemerintah Kota Makassar menggelar rapid test massal selama delapan hari pada 12-19 Mei dengan tiga tahapan dengan target para pedagang di pasar, pengemudi ojek online (ojol) dan juru parkir (jukir).

Hari pertama dan tahap pertama rapid test massal, dimulai 12-15 Mei dimulai pukul 08.00 Wita di Pasar Pa'baeng-baeng, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Target  rapid test massal ini sekitar 20 ribu orang. Terdiri atas 6.943 pedagang dan 100 kolektor di 10 pasar tradisional Makassar, 10 ribu ojol, dan 2.068 
jukir.

"Pedagang pasar, ojol, dan jukir dijadikan sebagai target screening dikarenakan mereka kerja di tempat umum, sehingga potensi terpapar lebih besar. Dengan adanya tes massal ini, diharapkan mampu mendeteksi lebih dini penyebaran virus korona," kata Iqbal Suhaeb, Penjabat Wali Kota Makassar, Selasa (12/5).

Pada pelaksanaan rapid test yang melibatkan 47 puskesmas dan pihak terkait tersebut, selain di Pasar Pa'baeng-baeng, juga akan digelar di Pasar Sambung Jawa dan Pasar Parang Tambung. 

"Kita kerja sama dengan PD Pasar. Tahap pertama itu empat hari semua pasar," sebut Iqbal.

Tahap kedua 14-16 Mei, rapid testnya untuk Jukir di 14 puskesmas, bekerja sama dengan PD Parkir. Jukir cukup membawa identitas dan surat panggilan yang telah dikeluarkan oleh PD Parkir dan ditunjukkan kepada petugas medis di puskesmas. Dan tahap ketiga, 16-19 Mei, rapid test untuk pengemudi ojol, bekerja sama dengan Gojek. Pemeriksaan digelar di 47 Puskesmas se kota Makassar,  dengan menunjukkan identitas serta menunjukkan surat pengantar melalui aplikasi gojek.

baca jugaSatu Warga Positif Covid-19, Satu Kelurahan Langsung Rapid Test

"Harapannya, melalui rapid test massal bagi mereka yang terus bergerak ini, bisa membantu upaya percepatan pemutusan rantai Covid-19 di Kota Makassar," tutup Iqbal. (OL-3)

Baca Juga

Ist

Dorong Home Stay Nyaman, Sandiaga Serahkan 42 Set Sprei untuk Pariwisata Berkelanjutan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 13:56 WIB
Bila penginapan di lokasi wisata telah nyaman, para wisatawan akan berdatangan.  Bila sudah rutin ada kedatangan wisatawan,...
ANTARA/Tim Magang/Dela

Bendera Merah Putih Sepanjang 100 Meter Dibentangkan di Sungai Kapuas

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 13:45 WIB
Ada sekitar 300 orang yang terlibat dalam acara pembentangan Bendera Merah Putih untuk memperingati ulang tahun ke-250 Kota...
Medcom

Polisi Masih Berupaya Identifikasi Sejoli yang Tewas di Rumah Kontrakan di Tasikmalaya

👤Kristiadi 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 11:52 WIB
"Kami masih melakukan penyeldikan terhadap dua mayat yang berada di dalam kamar di atas ranjang dan rencananya akan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya