Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan dari 15 WNA asal India yang menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit rujukan covid-19 pada Senin (27/4) lalu, empat orang di antaranya positif covid-19.
"Pasien positif tersebut berjumlah 4 orang itu, kini tengah menjalani perawatan di RSPAU Hardjolukito," kata Kadarmanta, Rabu (28/4).
Adapun empat WNA yang dinyatakan positif covid-19 tersebut diperiksa bersama dengan 11 rekan lainnya yang juga warga negara India. Lima belas WNA ini awalnya berada di sebuah masjid di kawasan Sleman. Mereka kemudian menjalani rapid test. Dari hasil rapid test tersebut, 9 di antaranya dinyatakan positif covid-19.
Setelah diketahui positif, 9 WNA tersebut kemudian dirujuk ke RSPAU (Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara) Hardjolukito untuk menjalani tes swab.
"Hasilnya, 4 orang saja yang benar-benar positif dan hingga saat ini masih dirawat di RS Hardjolukito," katanya.
Sementara 11 orang lainnya yang dinyatakan negatif diberikan akomodasi di Badan Diklat Pemda DIY, Gunung Sempu, Bantul, Yogyakarta.
"Yang perlu saya sampaikan dan tekankan, bahwa 11 WNA yang saat ini berada di Badan Diklat Gunung Sempu, semuanya dalam kondisi sehat. Jadi masyarakat sekitar jangan khawatir. Mereka ini malah sudah dipastikan kesehatannya karena telah menjalani prosedur pemeriksaan kesehatan dari mulai rapid test hingga tes swab," jelasnya.
Menindaklanjuti teknis kepulangan WNA tersebut, Pemda DIY telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar India untuk dapat memulangkan WNA tersebut dengan repatriasi.
baca juga: Bertambah Pasien Sembuh Covid-19 di Sumsel
"Selain itu kami juga sudah koordinasikan dengan Kemenlu terkait persoalan ini. Bagaimanapun juga, kita harus tetap memperlakukan dan memfasilitasi orang asing dengan baik," jelasnya.
Warga Negara India itu, sudah sejak sebulan lalu berada di Yogyakarta. Mereka tidak bisa pulang ke negaranya karena terjebak situasi negara India yang lock down. (OL-3)
HARGA pangan di Yogyakarta di momen awal puasa Ramadan 2026 menunjukkan kenaikan signifikan. Dari hasil pemantauan, beberapa harga komoditas masih tinggi dan membuat warga khawatir.
Nikmati Ramadan di Kotta GO Yogyakarta dengan promo 40 Hours Stay dan paket buka puasa Iftar Nusantara di Piyama Cafe. Hotel & Resto #1 di TripAdvisor!
BHR DIY sebut hilal awal Ramadan 1447 H di Yogyakarta mustahil terlihat Selasa (17/2) karena posisi minus 1,5 derajat di bawah ufuk. Cek hasil lengkapnya.
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
Jika Anda memiliki rencana untuk menikmati buka puasa di Yogyakarta, Novotel & ibis Yogyakarta International Airport Kulon Progo menjadi pilihan yang sangat menarik dan tak boleh dilewatkan.
Dinkes Kota Yogyakarta mengoptimalkan proses pemulihan kepesertaan Program PBI-JKN yang sempat dinonaktifkan.
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
POLDA Bali mengungkap jaringan judi online internasional yang beroperasi di wilayah Bali.
Presiden AS Donald Trump resmi menurunkan tarif barang India menjadi 18%. Sebagai gantinya, PM Narendra Modi sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved