Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Harga Pangan di Yogyakarta Naik, Masyarakat Diminta tidak Panic Buying

Ardi Teristi Hardi
19/2/2026 18:01
Harga Pangan di Yogyakarta Naik, Masyarakat Diminta tidak Panic Buying
Pedagang menjajakan daging sapi di pasar tradisional.(Dok. MI)

HARGA pangan di Yogyakarta di momen awal puasa Ramadan 2026 menunjukkan kenaikan signifikan. Dari hasil pemantauan, beberapa komoditas masih tinggi, yaitu cabai rawit merah sekitar Rp84 ribu/kg, daging ayam ras sekitar Rp40 ribu/kg, dan telur ayam ras sekitar Rp30 ribu/kg, ikan bandeng sekitar Rp45/kg, dan ikan tongkol sekitar Rp46/kg. 

Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Sri Riswanti menyampaikan Dinas Perdagangan bersama Satgas Saber bersama pihak Reskrim Polda DIY dari Polresta dan dari Bapanas, melakukan pemantauan stok pangan setiap minggu ke pasar rakyat, toko-toko ritel modern dan distributor. 

Untuk mengantisipasi terjadi lonjakan harga, pasokan harus dipastikan cukup. Dia menilai harga komoditas telur dan daging ayam ras saat ini masih dalam harga acuan pemerintah.

Telur ayam ras juga menjadi salah satu komoditi yang naik menjelang Ramadan. “Kami mengimbau masyarakat jangan panic buying dengan membeli banyak untuk stok di rumah," pesan dia. 

Panic buying itu muncul karena kombinasi rasa khawatir, kehabisan stok atau takut nanti harganya tiba-tiba melonjak tinggi. Pihaknya sudah antisipasi, memastikan pasokan cukup memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri. 

"Harapan kami masyarakat bijak dan menjadi konsumen yang cerdas, berbelanja apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan,” terang Riswanti, Kamis (19/2).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan, secara umum ketersediaan pasokan pangan dalam kondisi mencukupi sampai dengan Hari Raya Idul Fitri. “Untuk ketahanan pangan kita berada di rentang waktu satu setengah sampai dua bulan ke depan masih aman,” kata Vero.

Menurutnya harga cabai merah keriting dimungkinkan kembali naik menjelang hari-hari terakhir bulan puasa atau mendekati hari raya karena masyarakat banyak memasak sambal goreng. 

Harga daging ayam ras juga biasanya H-3 Hari Raya Idulfitri masih berpotensi naik. “Ini kami mewaspadai itu. Tetapi sudah kami kondisikan di lapangan dan komunikasi dengan teman-teman di sana untuk menjaga ketersediaannya,” papar dia.

Vero menyatakan, ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pasokan sangat lancar dan stok di Bulog melimpah, sehingga dijamin tersedia. Untuk mengendalikan harga pangan, operasi pasar dilakukan bersama Pemda DIY Januari sampai Februari 2026, sudah tersalurkan sebanyak 18 ton komoditas beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang merah, dan bawang putih.

Selain itu, operasi pasar telur ayam rasa bersama Bank Indonesia telah disalurkan mencapai sekitar 4 ton di Pasar Beringharjo dan Pasar Prawirotaman. Pemkot Yogyakarta bersama Bulog dan pihak terkait juga mengadakan pasar murah di 14 kemantren pada 6-27 Februari 2026.

Di samping itu operasional rutin Kios Segoro Amarto di Pasar Beringharjo, Prawirotaman, Kranggan, dan Sentul. Ada juga Warung Mrantasi kerja sama dengan Bank Indonesia.

“Terkait pengawasan kualitas produk, kami telah melakukan pemantauan terhadap kualitas dan mutu produk di pasar rakyat maupun ritel bersama Dinas Pertanian Pangan, BPOM, dan Dinas Kesehatan untuk memastikan masa kedaluwarsa produk, kondisi kemasan, izin edar, keamanan bahan makanan di pasar-pasar Ramadan,” tutup Vero.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya