Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKELOMPOK warga perumahan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (19/4) menggelar tradisi megengan secara daring menggunakan aplikasi zoom demi mematuhi aturan jarak sosial dan fisik selama masa pandemik covid-19. Meski dilaksanakan dengan bantuan teknologi virtual bertempat di sebuah bangunan musala, rangkaian kegiatan budaya yang diambil dari nilai kearifan lokal Jawa itu terpantau berlangsung lancar. Puluhan keluarga mengikuti dari rumah masing-masing.
Megengan daring itu diikuti lebih dari 30-an warga dari total 48 KK di lingkungan Perum Puri Jepun Permai II, Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung. Tampak seorang ustadz, perangkat RT dengan latar belakang tumpeng di atas tumpukan sekitar 100-an kardus atau nasi kotak. Beberapa aktivis musala tampak sibuk melakukan pengambilan gambar dan mengatur jalannya ritual megengan secara daring itu.
"Dengan adanya pandemik covid-19 ini ya kami harus jaga jarak sosial dan fisik. Maka semua kegiatan, terutama kegiatan keagamaan yang mengumpulkan banyak orang harus dihindari,"kata ustadz Ahmad Syauqi usai memimpin ritual megengan secara daring tersebut.
Menurut dia, terobosan acara keagamaan dengan metode daring ini baik agar tradisi keagamaan, jalinan ukhuwah dan syiar keagamaan dari pemuka agama kepada umat, serta nilai-nilai kearifan lokal sebagaimana terkandung dalam tradisi megengan, bisa tetap teraktualisasi baik. Tradisinya terjaga lestari, ibadah dan doa bersama dengan kelompok jamaah maupun lingkungan tetap terlaksana, namun anjuran pemerintah untuk melakukan jaga jarak sosial dan fisik, bisa tetap dipatuhi.
Ritual megengan sendiri dimaknai sebagai nilai kearifan lokal masyarakat Jawa yang menganut Islam. Penjelasan Ustadz Syauqi, megengan diambil dari bahasa Jawa megeng yang artinya menahan. Ini merupakan suatu peringatan bahwa sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan, bulan bagi umat Islam diwajibkan berpuasa, yaitu menahan untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menggugurkan ibadah puasa tersebut.
"(Megengan) ini merupakan ciptaan para ulama dulu Jawa dulu, sebagai bentuk akulturasi dan asimilasi budaya Jawa dengan nilai-nilai dalam ajaran Islam. Budaya Jawa merupakan nilai-nilai yang diserap sisi positifnya, yaitu dalam bentuk kegiatan berkumpul bersama dalam menjaga kerukunan, kerja sama, komunikasi terjalin baik. Itu yang sekarang terus kita lestarikan," kata ustadz Syauqi.
Megengan secara daring itu diikuti puluhan keluarga yang sudah terkonfirmasi bergabung dalam aplikasi zoom. Mereka mengikuti rangkaian acara dan doa melalui perangkat android ataupun perangkat laptop yang sudah terpasang di rumah. Usai doa, acara dilanjutkan dengan seremoni potong tumpeng dan pembagian seratusan nasi kotak kepada warga perumahan maupun warga kampung di sekitarnya.
baca juga: Warga Meninggal Mendadak di Pasar Dievakuasi Tim Berbaju APD
Suwarno Harso Diyoso, tokoh RT 05/RW 05 Perum Puri Jepun Permai II mengatakan, megengan daring dilaksanakan sesuai kesepakatan warga untuk menjalankan tradisi menjelang Ramadan dengan tetap menjaga kebersihan dan mencegah risiko penularan wabah korona di lingkungan mereka. (OL-3)
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menegaskan bahwa kejadian penampilan goyang biduan di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur bukan masalah sepele.
KETUA PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, sangat menyesalkan adanya acara menyanyi dan berjoget seusai acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
PENGAMAT Sosial dari Universitas Indonesia (UI), Rissalwan Habdy Lubis, memberikan penjelasan soal polemik penampilan biduan di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur.
SEKELOMPOK anak muda dari perguruan silat diamankan polisi karena melakukan konvoi yang meresahkan warga dan pengendara lain di Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut Heru, puso terjadi secara tersebar dan sebagian besar berlangsung pada Oktober 2025, saat tanaman padi telah memasuki masa panen.
Jawa Timur miliki Sekolah Rakyat terbanyak, sebanyak 26 Sekolah Rakyat telah beroperasi, menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah SR terbanyak secara nasional.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Sajian kuliner Nusantara dihadirkan untuk membawa kembali kenangan Ramadan yang identik dengan kebersamaan keluarga dan kehangatan suasana rumah.
Menjelang Ramadan 2026, Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah tidak menunggu waktu mepet untuk mengendalikan inflasi.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
dalam realitasnya, tidak sedikit Muslim yang belum sempat melunasi utang puasa Ramadan dengan puasa qadha Ramadan hingga hilal bulan suci berikutnya kembali tampak.
Memahami niat puasa qadha Ramadan dan ketentuannya sangat penting agar ibadah pengganti ini sah secara syariat. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai puasa qadha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved