Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH pemerintah pusat menetapkan agar seluruh anak sekolah belajar di rumah selama wabah covid-19, ternyata mengundang persoalan baru. Orang tua siswa dan guru mata pelajaran harus mengeluarkan biaya lebih besar lagi untuk menyediakan telepon android dan pembelian paket pulsa internet. Kedua ini merupakan paket wajib yang kini harus dimiliki oleh murid dan guru. Tidak semua orang tua punya uang untuk membeli ponsel android, apalagi banyak warga di Aceh menganggur karena imbas virus korona. Ditambah lagi banyak guru honorer yang belum digaji karena dana BOS sejak Januari hingga sekarang belum juga cair.
"Saya punya anak kelas 12 SMA satu orang, kelas 11 SMA satu orang, dan kelas 8 SMP serta keas 4 SD satu orang. Kedua anak yang SMA punya ponsel android. Llau kedua anak saya SMP dan SD memakai ponsel milik saya. Paket internet harus beli sendiri agar proses belajar bisa lancar. Jadi semakin sulit bagi saya, lebih-lebih saat ujian dalam jam bersamaan, mereka harus bergantian," keluh Abdullah, warga Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (16/4).
Keluhan serupa juga diungkapkan oleh Masykur guru pelajaran agama Islam SMP Negeri Pining, Kabupaten Gayo Lues. Sejak sekola-sekolah libur pada 17 Maret hingga 16 April, murid-muridnya yang tinggal di Kecamatan Pining masih sedikit yang terakses internet.
"Dari jumlah 9 desa di Kecamatan Pining, hanya empat memiliki jaringan telepon seluler. Kami tidak bisa melakukan lebih banyak lagi. Saya sudah berusaha mengujungi guna mangajar langsung ke rumah-rumah mereka. Namun ini tidak seberapa untuk tercapai target kurikulum," kata Masykur.
baca juga: 65 Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah Jadi Rujukan Covid-19
Pengamat masalah pendidikan dan sosial rumah tangga Aceh, Nurbaiti mengatakan dengan kebijakan merumahkan anak-anak sekolah membuat mereka jenuh dan stres karena monoton. Terlebih mereka tidak bisa belajar maksimal lantaran infrastruktur pendidikan daring tidak memadai. (OL-3)
Abad ke-21, menurut Prabowo, merupakan abad ilmu pengetahuan dan teknologi.
GURU Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha, menilai Sekolah Rakyat merupakan langkah paling rasional untuk mengatasi kesenjangan pendidikan.
PENDIDIKAN kerap dimaknai sebatas proses belajar-mengajar di ruang kelas. Padahal, mutu pendidikan sesungguhnya dibangun oleh sebuah ekosistem yang lebih luas.
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat (SR) se-Jawa Timur.
Pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 diawali dengan pendaftaran peserta 19 Januari hingga 28 Februari 2026,
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved