Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA organisasi terbesar Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, satu suara mengajak agar umat muslim melaksanakan syiar Ramadan di rumah saja. Di saat berperang secara kolektif memutus mata rantai korona (covid-19), Kemenag telah mengeluarkan imbauan beribadah Ramadan di rumah saja.
"Kita di PWNU Sumbar juga telah membahas dan mengimbau seluruh jamaah tetap di rumah saja melaksanakan ibadah Ramadan," kata Ketua Tandfiziyah NU Sumbar Ganefri di Padang, Kamis (16/4).
Disebutkan, umat Islam di Sumbar umumnya diimbau agar segala pelaksanaan ibadah, baik shalat maupun segala aktivitas yang terkait dengan datangnya bulan suci Ramadan diharapkan untuk tetap dilakukan di rumah. Artinya, mulai dari pelaksanaan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya dilaksanakan di rumah sesuai dengan aturan fiqih.
"Kita berharap buka bersama ditiadakan, salat tarawih dilaksanakan di rumah masing-masing, kemudian (peringatan) Nuzulul Quran akan ditiadakan. Begitu juga pelaksanaan tadarus di masjid akan ditiadakan," tambahnya.
Namun begitu, kita juga mengimbau agar masjid dan mushalla tetap mengumandangkan azan tetapi juga dilakukan imbauan beribadah di rumah.
"Hal itu dilakukan agar syiar Ramadan tidak berkurang," katanya.
baca juga: Guru Jangan Memberikan Tugas Berat Kepada Siswa Selama di Rumah
Senada dengan itu, Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Shofwan Karim Elha juga mengimbau seluruh warga Muhammadiyah khususnya dan umat Islam umumnya di Sumbar untuk beribadah di rumah saja. Meski begitu, dia juga berharap pelaksanaan ibadah di rumah selama bulan puasa tidak mengurangi kualitas sebagaimana ibadah di masjid, sebab kondisinya memang sedang darurat.
Ditambahkan, kebijakan pemerintah dalam kondisi dan situasi seperti ini tentunya berorientasi pada kemaslahatan sehingga masyarakat harus membantu dengan melaksanakannya secara baik. (OL-3)
PT Kereta Api Indonesia II Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Namun, di tengah kemajuan tersebut, optimalisasi zakat nasional belum menunjukkan lompatan yang sepadan.
Rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Kegiatan sosial selama bulan Ramadan 2026 kembali digelar untuk membantu masyarakat melalui penyaluran berbagai bantuan kepada warga di sejumlah daerah.
Program ini diwujudkan melalui penyerahan santunan kepada 48 anak yatim dari Rumah Tahfidz Quran Yatim Rahman, serta pembagian paket sembako kepada 113 masyarakat.
Anak-anak diajak menyelami nilai-nilai penting seperti sikap saling menolong, rasa syukur, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia lewat dongeng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved