Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRESTA Medan telah mengamankan oknum polisi lalu lintas yang terlibat cekcok dengan seorang pengemudi mobil dan meludahinya saat melakukan pemeriksaan kelengkapan surat di pinggir jalan MT Haryono.
Kejadian ini menjadi atensi pihak kepolisian dari viralnya tayangan video berdurasi tiga menit yang beredar di tengah masyarakat. Dalam video tersebut, oknum polantas berinisial RS dengan pangkat Brigadir terlihat meludahi pengemudi mobil Honda Yaris putih plat nomor BL 1588 QA.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu terjadi pada hari Sabtu 11 April 2020 sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan MT Haryono, Kota Medan. Awalnya, Brigadir RS melakukan penyetopan terhadap sebuah mobil Toyota Agya.
Selanjutnya Brigadir RS mengambil SIM dari pengemudi mobil tersebut dan diserahkan ke temannya berinisial WI (warga sipil) dan pengemudi mobil kemudian memberikan uang sebesar Rp10.000 kepada WI sambil direkam dan divideokan. Setelah mengembalikan SIM pemilik mobil tersebut, Brigadir RS kembali melakukan penyetopan terhadap sebuah mobil Toyota Yaris putih berplat nomor BL 1588 QA.
Brigadir RS beralasan dirinya menyetop mobil tersebut karena pengemudinya tidak mengenakan sabuk pengaman. Dia juga beralasan si pengemudi tidak mau berhenti saat dilakukan penyetopan. Pada saat Brigadir RS akan memeriksa surat-surat kelengkapan pengemudi mobil, si pengemudi tidak terima sehingga keduanya sempat terlibat cekcok dan kemudian Brigadir RS meludahi pengemudi mobil.
Setelah video itu viral, Brigadir RS langsung diamankan personel Propam Polrestabes Medan. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja membenarkan informasi tersebut.
"Oknum polisi tersebut bertugas di Unit Lantas Polsek Medan Timur," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (12/4) pagi.
Kombes Tatan mengatakan Polda Sumut mengucapkan terima kasih atas informasi yang diberikan masyarakat, melalui video tersebut. Polda Sumut juga memohon maaf atas tindakan oknum anggota yang masih berprilaku meresahkan masyarakat.
baca juga: Sudah Empat Bulan Dana BOS di Aceh belum Cair
"Bapak Kapolda Sumut dalam hal ini tegas memberikan sanksi dan akan menindak tegas terhadap prilaku-prilaku anggota yang menyimpang atau meresahkan masyarakat," pungkasnya.
Dalam perkembangannya, Brigadir RS disimpulkan memang telah melakukan tindakan tersebut. Dalam proses penyelidikan Propam, ia sempat diharuskan menjalani tes urine sebelum kemudian diputuskan dimutasi keluar dari Polrestabes Medan. (OL-3)
Sebagian warganet menilai judul dan lirik lagu Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) dari Gandhi Sehat mengandung unsur kritik atau sindiran terhadap institusi tertentu.
Warga Gambir, Jakarta Pusat digegerkan penemuan mayat bayi laki-laki di selokan Jalan Batu Tulis. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan jasad dibawa ke RSCM.
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
SEORANG pria diduga memanggul mayat di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia terekam oleh kamera pengawas CCTV. Kepolisian langsung melakukan penyelidikan
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Lahir di Merauke pada 24 Januari 1972, karier Brigjen Pol Yulius Audie Latuheru didominasi oleh bidang reserse.
Komisioner kompolnas Mohamad Choirul Anam mengatakan Dofiri adalah sosok yang dihormati di internal kepolisian.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit menyampaikan apresiasi kepada presiden lantaran atensi yang diberikan kepada anggota Polri.
Pelaku diringkus tim gabungan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Satreskrim Polres Metro Bekasi, dan unit Reskrim Polsek Tambun.
Polda Metro Jaya melakukan investigasi secara internal terhadap para petugas yang bertugas mengamankan pada saat aksi unjuk rasa berlangsung.
Ade Rahmat mengatakan usai peristiwa, pihaknya menemukan beberapa video yang beredar. Video itu diduga dipotong-potong dan diberi narasi.
DUA penjambret berinisial SNA, 21, dan APR, 27, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, mengaku kerap mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu setiap kali menjalankan aksi jahat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved