Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Banjarmasin, Ibnu Sina telah mengusulkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus rantai penyebaran virus korona di wilayah tersebut. Pemko Banjarmasin menyiapkan anggaran penanganan virus korona sebesar Rp51 miliar.
"Kebijakan PSBB ini sudah kami usulkan kepada Gubernur dan Kementerian Kesehatan tinggal menunggu persetujuan. Tetapi di lapangan langkah-langkah penanganan penyebaran virus korona secara ketat sudah kita terapkan," tutur Ibnu Sina, Kamis (9/4).
Dalam rapat dengan DPRD Kota Banjarmasin beberapa waktu lalu Wali Kota Ibnu Sina menegaskan pihaknya juga sudah menyiapkan strategi guna menangani masalah sosial, berupa bantuan sosial kepada sekitar 61 ribu warga miskin yang akan terdampak. Jaminan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan lainnya. Pemko Banjarmasin juga meniadakan festival tahunan ramadhan cake fair serta larangan mudik guna menekan penyebaran virus korona. Kota Banjarmasin merupakan zona merah penyebaran virus korona. Sudah ada 11 orang positif korona dan tiga penderita sebelumnya meninggal dunia.
Hingga Kamis (9/4), jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kalsel berjumlah 1.207 orang. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di sejumlah rumah sakit berjumlah 18 orang. Selain itu ada 17 orang positif korona sebagian besar berasal dari Banjarmasin. Namun kabar baiknya dua orang pasien positif korona kemarin dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.
baca juga: Jenazah Covid-19 di Yogyakarta Tidak Akan Terlantar
Humas Polda Kalsel, Komisaris Besar Muhammad Rifai, mengatakan pihaknya siap mendukung kebijakan protokol kesehatan PSBB ini. Polda Kalsel sendiri ikut membantu meringankan beban masyarakat miskin terdampak korona di Banjarmasin dengan memberikan bantuan sembako dan masker. (OL-3)
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved