Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Kasus PDP Naik tapi Lampung Klaim Masih Zona Hijau Covid-19

Eva Pardiana
08/4/2020 18:30
Kasus PDP Naik tapi Lampung Klaim Masih Zona Hijau Covid-19
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19(Antara)

KEPALA Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengklaim wilayahnya masih zona hijau Covid-19. Kendati kasus pasien dalam pengawasan (PDP) dan  orang dalam pemantauan (ODP) grafiknya naik terus.

Data pada Rabu (8/4), pukul 16.00 Wib disebutkan ODP Covid-19 sebanyak 2.027 dengan rincian 945 orang selesai dipantau dan 1.082 masih dalam proses pemantauan. Untuk PDP 41 orang, di mana 17 dirawat di rumah sakit, dan tujuh orang di ruang isolasi, dan 17 orang telah dinyatakan negatif.

Hingga saat ini kasus terkonfirmasi positif sebanyak 16 orang, enam orang masih dirawat, tiga orang meninggal dunia, dan tujuh orang sembuh.

Reihana menyebut ODP di Lampung mengalami peningkatan signifikan dari hari ke hari, di mana sebelumnya jumlah ODP hanya 1.886 orang. Hal itu disebabkan posisi Lampung sebagai pintu gerbang Sumatera dengan mobilitas yang cukup tinggi.

Meski begitu, Reihana menegaskan Lampung masih zona hijau Covid-19. Karenanya ia mengimbau warga Lampung yang berada di luar provinsi untuk tidak pulang kampung dahulu.

"Kami hanya mengimbau, tidak bisa melarang, masih ada warga yang menyebrang ke Lampung, untuk itu pengawasan diperketat khususnya di Pelabuhan Bakauheni. Seluruh penumpang harus melengkapi identitas, desa tujuan, dan nomor hape. Harus pakai masker, pembelian pun online," ujar Reihana di Bandar Lampung, Rabu (8/4).

Reihana menyatakan hingga saat ini pasien positif yang meninggal masih tiga orang. Satu pasien  lain yang meninggal di ruang isolasi hari ini belum bisa dipastikan positif sebab masih menunggu hasil swab.

"Saya jelaskan, wanita 69 tahun tersebut pada 7 April 2020 jam 8.00 berobat ke RSUDAM dan disarankan masuk isolasi sejak semalam. Keadaannya sesak napas berat, tekanan darah 150/80 mm/hg, saturasi O2, dan ada sakit penyerta gula darah tinggi 380. Sejak jam 7.00 tadi pagi kesadarannya menurun hingga pada jam 10.58 dinyatakan meninggal dunia," papar Reihana.

Mengapa pihaknya belum menyayakan kasus positif meninggal bertambah,  menurut Reina, karena harus melalui swab. Swabnya sudah diambil dan dikirimkan ke BTKL Palembang. Sebelumnya suami yang bersangkutan dinyatakan positif (nomor 13). Beberapa anggota keluarga termasuk wanita tersebut telah di tracing hasilnya negatif.

"Jadi belum tau positif atau negatif Covid-19, tapi perlakuan jenazah wanita tersebut menggunakan SOP penguburan pasien Covid-19 untuk mengantisipasinya," tegasnya. (OL-13)

Baca Juga: Sembuh dari Korona, Dua Komisioner Ombudsman Pulang ke Rumah

Baca Juga: BMKG Prediksi Kemarau 2020 Mundur



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya