Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Yogyakarta belum perlu mengambil kebijakan dengan menambah protokol penanganan korona (Covid-19) melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebab kasus Covid-19 di Yogyakarta cenderung menurun dari Februari hingga awal April ini.
Penegasan itu disampaikan Ketua Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heru Poerwadi, kepada wartawan, di Yogkarata, Senin (6/4)
Kriteria mengajukan PSBB atau membuat tambahan protokol penanganan Covid-19 adalah jumlah kasusnya meningkat signifikan, sebarannya semakin luas, jumlah kematian meningkat tinggi, dan terkait dengan mobilitas pendatang yang masuk jumlahnya besar.
"Alhamdulillah, melihat angka-angka perkembangan kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta pada khususnya terlihat trend statistiknya cenderung terus
menurun," kata Heru yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta.
Setidaknya seminggu di awal April 2020 ini, angka-angka tersebut terus menurun. Pada 5 April 2020, tercatat ada 2 positif, 10 Pasien Dengan Pengawasan dan 163 Orang Dalam Pemantauan.
Kecenderungan angka yang turun ini seiring dengan turunnya kunjungan warga yang merasa mempunyai gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mirip flu atau gejala Covid.
Pada Februari 2020, jelas dia, rata-rata sekitar 120 orang per hari yang periksa di Puskesmas, RS Jogja, dan Pratama. Pada Maret 2020, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 400-500 orang per hari. Awal April ini, sudah mulai ada penurunan. Saat ini berkisar 100 orang per hari yg mengeluh gejala ISPA atau mirip gejala Covid-19.
"Angka ini juga diiringi dengan angka sembuh yang juga tinggi. Ada 2 orang sembuh dari Positif Covid-19, 27 sembuh dr PDP, dan 200 selesai masa ODPnya," ungkap Ketua Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta ini.
Semoga kecenderungan ini, harap dia, menjadi indikasi kasus dan penanganan Covid-19 di Kota Yogja tertangani dengan baik. Dengan penurunan data tersebut, diharapkan pihaknya bisa mulai berhitung untuk menganalisis kasus Covid-19 di Yogja akan berakhir. (OL-13)
Baca Juga: Terdampak Covid-19, Skema Pelaksanaan UTBK 2020 Masih Dikaji
Baca Juga: Pemprov DKI Perpanjang Masa Kerja dari Rumah Hingga 19 April
HOTEL Kimaya Sudirman Yogyakarta by Harris semakin menancapkan pengaruhnya di dunia hospitality. Lewat tangan dingin, Djoni Tatinggulu selaku General Manager, Kimaya Yogyakarta
Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Munawir untuk memperkuat spiritual kader selama Ramadan.
STOK sejumlah bahan pangan utama di Kota Yogyakarta tercatat surplus menjelang Lebaran 2026. Pasokan beras mencapai sekitar 2.770 ton per minggu.
BERDASARKAN hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah kedatangan pemudik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 8,2 juta orang.
Para peserta tidak hanya berdiam diri di dalam ruangan kelas, melainkan terjun langsung melakukan produksi konten di berbagai situs ikonik dan heritage di Yogyakarta.
MORAZEN Yogyakarta mengimplementasikan program MORA Impact melalui pengembangan MORA Learning Corner dan MORA Edu Care di SD Negeri Temon, Kecamatan Temon, Kulon Progo.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved