Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRESTA Banyumas dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng) membongkar peredaran narkoba di Lapas Purwokerto. Tiga narapidana (napi) saat sekarang diproses di Polres Banyumas untuk mengusut kasus tersebut.
Tiga tersangka napi terlibat dalam dua kasus. Untuk kasus pertama adalah penyelundupan sabu yang dimasukkan ke dalam bahan minuman saset dengan melibatkan seorang napi di Lapas Purwokerto. Jumlah barang bukti seberat 42,73 gram. Napi yang menjadi tersangka adalah KA, 26, warga Pasuruan, Jatim. Sedangkan satu kasus lainnya adalah penyelundupan sabu seberat 1,22 gram yang diduga dimasukkan melalui paket makanan.
Saat terbongkar, sabu ditemukan di celana milik dua tersangka napi yakni RD alias Kampleng, 31, dan DF alias Hidung, 22. Keduanya adalah warga Banyumas.
Kapolresta Banyumas Komisaris Besar (Kombes) Whisnu Caraka mengatakan bahwa terbongkarnya kasus narkoba di Lapas Purwokerto merupakan kerja sama antara polresta dengan pihak lapas.
"Untuk kasus pertama, pihak pengamanan Lapas Purwokerto memang mencurigai adanya paket dari Madura yang berupa berbagai jenis makanan dan minuman dalam kemasan. Salah satunya adalah bahan minuman energen. Petugas setempat mencurigai, karena ada beberapa saset energen yang isinya tidak seperti biasanya. Itu setelah bungkusnya dibuka oleh petugs Lapas. Karena curiga, maka kasus ini dilaporlkan ke Polresta Banyumas," ujar Kapolresta, Jumat (13/3).
Sementara kasus lainnya, sabu dimasukkan ke dalam sel melalui paket bahan makanan ke dalam Lapas Purwokerto. Saat pihak pengamanan Lapas melakukan penggeledahan, mereka menemukan adanya paket sabu di dalam celana mereka. “Kami masih terus mengembangkan kasus ini.
Penyelidikan dilakukan juga untuk mengetahui pengirim paket tersebut. Sementara ini, dari pengakuan para napi, mereka mengonsumsi sendiri dan tidak melibatkan napi lainnya.
"Namun, kami tetap terus mendalami," katanya.
Di tempat yang sama Kepala Lapas Purwokerto Ismono mengatakan bahwa terbongkarnya sabu yang ada di dalam Lapas berkat kesigapan aparat pengamanan Lapas dalam melakukan pemeriksaan barang dan penggeledahan.
baca juga: Dampak Korona, Jahe Merah Langka Dijual Rp90 per kg
"Misalnya, kami mencurigai paket bahan makanan dan minuman yang gampang diperoleh, ternyata dikirim dari Madura lewat paket pos. Ini kan aneh, makanya kami membongkar satu per satu barang tersebut. Ternyata di dalam kemasan energen ditemukan narkoba. Demikian juga saat penggeledahan, kami juga mendapati saku celana napi mengantongi paket sabu. Sehingga kami melaporkan ke Polresta Banyumas," ungkapnya. (OL-3)
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun).
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menyatakan bahwa paparan dan usulan yang disampaikan oleh Anggota DPD RI Muhammad Hidayattollah menjadi catatan dan atensi bagi kementerian.
Dalam disertasinya yang berjudul Konfigurasi Resiprokal Determinan, Pencegahan, dan Penanganan Kerusuhan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara di Indonesia.
Meskipun diterjang bencana alam, Lapas Sibolga memastikan seluruh proses pengamanan berjalan baik.
PRODUKSI berbagai macam produk berbasis serabut kelapa di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jawa Barat menunjukkan capaian signifikan.
Banjir setinggi kurang lebih 50 cm masih menggenangi lingkungan lapas dan rutan di Sumatra Utara.
Saat ini terdapat sekitar 250.000 hingga 280.000 warga binaan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen telah terlibat dalam berbagai program kerja produktif di lapas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved