Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU persatu direktur badan otoritas pariwisata (BOP) Labuanbajo Flores (BOP LBF), Nusa Tenggara Timur, mengundurkan diri.
Setelah Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Jarot Trisnu dan Direktur Pemasaran, Werry Susanto, kali ini Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP LBF) ditinggalkan oleh Direktur Destinasi Herybertus Geradus Laju Nabit.
Baca juga: Pembangunan Persemaian Modern Dukung Wisata Labuan Bajo
Berdasarkan informasi dari Kepala Divisi Komunikasi Publik BOP LBF, Sisilia Jemana, Hery Nabit telah mengajukan Pengunduran diri pada 4 Februari. Padahal, dia dilantik sebagai Direktur Destinasi pada 14 Januari 2019.
"Iya, surat pengajuannya sudah masuk tetapi untuk berlaku efektif 1 Maret," Jelas Sisilia.
Sisilia menambahkan, Hery Nabit mengundurkan diri agar bisa fokus pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Manggarai 2020.
Baca juga: Pemerintah Serius Dandani Labuan Bajo
Hery Nabit menjelaskan, pengunduran dirinya bukan hanya karena pilkada. "Fokusnya ada 2. Untuk urusan pribadi, saya mau fokus di pilkada. Sedangkan untuk urusan umumnya, saya mau BOP LBF bisa berjalan dengan baik dan menemukan orang baru yang lebih fokus. Karena masih banyak target yang harus diselesaikan oleh BOP LBF yang sudah dipercayakan Presiden Joko Widodo. Jadi, butuh orang yang bisa lebih Fokus untuk itu," ungkap Hery

Direktur Destinasi Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP LBF) Herybertus Geradus Laju Nabit. (MI/John Lewar)
Hery Juga menginginkan agar kekosongan pada tiga posisi direktur di BOP LBF dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Manggarai Barat.
Baca juga: Wae Rebo Menjadi Alternatif Labuan Bajo
Lima direksi BOP LBF beralngsung pada 15 Januari 2019 oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Mereka ialah Direktur Umum Shana Fatina, Direktur Destinasi Pariwisata Herybertus Geradus Laju Nabit, Direktur Keuangan, Umum, dan Komunikasi Publik I Nyoman Wija, Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Jarot Trisunu, serta Direktur Pemasaran Pariwisata Sutanto Werry.
Saat ini, BOP LBF hanya memiliki dua direktur yakni Direktur Umum Shana Fatina Dan Direktur Keuangan, Umum, dan Komunikasi Publik I Nyoman Wija.(X-15)
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengawal proses pemulangan 13 korban dugaan TPPO asal Jabar yang ditemukan di Kabupaten Sikka.
RENCANA pembatasan kunjungan wisata ke Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 1.000 orang per hari yang akan diberlakukan mulai April 2026 memicu beragam tanggapan
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, mengatakan kamar dalam kondisi rapi dan tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan maupun perlawanan.
Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Labuan Bajo terus memperkuat upaya pengelolaan sampah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus kualitas hidup masyarakat.
KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memeriksa dua pejabat Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo terkait kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah.
PDIP menyoroti aspek keselamatan transportasi wisata
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menutup total pelayaran wisata ke perairan Taman Nasional Komodo akibat cuaca ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved