Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 4.000 ribu jiwa warga di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu gelap gulita akibat listrik padam selama sepuluh hari terakhir. Penyebabnya krisis listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) setempat tidak ada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Sejak 28 Januari lalu, kondisi listrik di Kecamatan Enggano padam total karena PLTD yang biasa digunakan masyarakat setempat tidak bisa beroperasi lantaran tidak ada BBM.
Camat Enggano, Marlansius mengatakan, saat ini Pulau Enggano seperti kota tak bertuan karena gelap gulita sejak sepekan terakhir, akibat listrik padam lantaran pasokan BBM untuk menghidupkan PLTD tidak ada. Jadi mesin pembangkit tidak bisa beroperasi.
"Pulau Enggano kalau malam hari seperti kota hantu atau tak bertuan sejak Selasa (28/1) lalu akibat pasokan BBM tidal ada di PLTD," ujar Marlansius, Kamis (6/1).
Saat ini, lanjut dia, Pulau Enggano seperti pulau tak berpenghuni akibat sudah sepekan terakhir mengalami kekosongan BBM. Warga Pulau Enggano sangat berharap dari Pemprov dan Pemkab Bengkulu Utara untuk segera memberikan solusi terkait masalah yang sedang dihadapi masyarakat Pulau Enggano. Pulau Enggano yang berjarak kurang lebih 120 mil dari arah Kota Bengkulu gelap gulita. Pemadaman tersebut setelah PLTD berkapasitas satu mega watt (MW) tidak bisa lagi beroperasi, lantaran krisis BBM.
Kepala Desa Apoho, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Redy Heloman Kaitora menambahkan BBM di Pulau Enggano untuk mengoperasionalkan PLTD biasanya dibeli PT PLN dan PT Pertamina. Bahkan pasokan gas masyarakat juga habis.
"Tapi sampai sekarang belum ada solusi sama sekali," kata Redy.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu, Dedy Ermansyah mengatakan Pemprov Bengkulu akan menggunakan kapal PT PELNI untuk mengangkut BBM ke Pulau Enggano.
"Kelangkaan BBM di Pulau Enggano, diakibatkan terkendala transportasi angkutan karena kapal pengangkut BBM ke Pulau Enggano yaitu kapal motor (KM) Pulo Tello belum dapat digunakan karena masih dalam perbaikan," terang Dedy.
baca juga: Puluhan Apoteker Tolak Peraturan Menkes Rugikan Profesi Apoteker
Untuk itu, lanjut dia, perlu solusi untuk mengangkut BBM ke Pulau Enggano, dengan segera. Kebutuhan BBM warga Pulau Enggano selama ini diangkut dengan menggunakan KM Pulo Tello. Rata-rata BBM yang dibawa adalah Premium sebanyak 10 kilo liter (KL), Pertalite 15 KL, dan Biosolar 4.155 KL untuk mengisi Stasiun Pengisian
Bahan bakar Umum (SPBU) di pulau terluar itu. (OL-3)
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi.
Peristiwa tragis ini terjadi saat keduanya berada di dalam rumah ketika air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke pemukiman dengan cepat.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Selain keberadaan bengkel, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi krusial.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan masih terjadi pemadaman listrik bergilir di empat kabupaten di Provinsi Aceh pascabencana banjir bandang
PLN UP3 Pematangsiantar juga telah menyiagakan tim operasional yang akan bertugas secara terkoordinasi selama periode Nataru
WAKIL Menteri ESDM periode 2016-2019 Arcandra Tahar mengatakan, Indonesia tetap memerlukan impor kilang dan BBM pada 2018, karena produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan kilang.
Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.
Di Provinsi Aceh, dari total 156 SPBU, sebanyak 151 SPBU atau sekitar 97% telah kembali beroperasi.
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
Pada periode libur panjang dan musim perayaan, masyarakat cenderung beralih menggunakan BBM berkualitas demi menjaga performa kendaraan selama perjalanan jarak jauh.
Dari Stasiun Labuan di Kota Medan, setiap harinya dialirkan setidaknya 1.020 kilo liter BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar menuju Siantar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved