Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
DERU mesin motor yang terpasang pada rangka becak, atau yang akrab disapa bentor, perlahan mulai menghitung hari di kawasan legendaris Malioboro. Moda transportasi yang sempat menggeser dominasi becak kayuh tradisional tersebut kini bersiap menghadapi fase transformasi besar, peralihan menuju teknologi ramah lingkungan melalui becak listrik.
Langkah ini bukan sekadar modernisasi, melainkan ikhtiar Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dalam menjaga marwah Yogyakarta sebagai kota budaya sekaligus mewujudkan kawasan pedestrian yang bersih dari emisi. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, telah menyiapkan cetak biru transisi yang terukur.
"Skemanya, bentor milik warga diserahkan pada kami dan kami musnahkan. Harapan saya, ini bisa terealisasi dengan baik untuk mengurangi populasi bentor dan beban di jalan yang makin padat," ujar Sri Sultan saat menerima bantuan becak listrik dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), Kamis (18/12).
Namun, Sultan tidak ingin inovasi ini hanya manis di awal. Belajar dari banyak proyek teknologi yang mangkrak, ia menekankan pentingnya kesiapan ekosistem perawatan. Baginya, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menangani kendala teknis adalah kunci agar becak-becak listrik ini tetap berumur panjang.
"Harus ada kemudahan untuk bengkel atau tempat perbaikan, termasuk melibatkan lembaga pelatihan teknis yang berpengalaman memproduksi becak listrik ini agar bisa kita perbaiki selama masih memungkinkan," tegas Sultan.
Menimbang Aspek Ekologi
Dukungan mengalir dari legislatif. Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, memandang bentor yang beroperasi saat ini mayoritas menggunakan mesin usang yang jauh dari standar emisi. Peralihan ke tenaga listrik dinilai sebagai solusi logis bagi lingkungan Malioboro.
"Ya, kalau secara teori ya, pertama bentor itu kan umumnya mesinnya ya, mesin yang dipakai adalah mesin lawas ini sehingga dari aspek polusi ya, ini sudah tidak memenuhi lagi ya," ungkap Imam. Meski demikian, ia mengingatkan agar aspek ekonomis bagi para pengayuh becak tidak luput dari kajian.
Selain keberadaan bengkel, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi krusial. Imam mengusulkan kolaborasi dengan PLN untuk menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di titik-titik strategis atau pangkalan becak. "Ini sekiranya harus difasilitasi dengan SPKLU," tambahnya.
Inovasi Tradisi
Modernisasi transportasi ikonik ini mendapat dorongan kuat dari sektor korporasi. PT KAI melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mengucurkan dana hampir Rp1 miliar untuk 50 unit becak listrik. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyebutnya sebagai bentuk rekayasa kendaraan tradisional yang menjawab tantangan zaman.
"Becak listrik adalah inovasi rekayasa yang lahir dari kendaraan tradisional. Kita menggerakkannya dengan tenaga baterai sehingga mampu menekan emisi karbon dan polusi di Yogyakarta secara signifikan," ujar Bobby.
Kini, Malioboro menanti babak baru. Di tengah pengembangan desain mandiri yang tetap mempertahankan ciri khas lokal, becak listrik diharapkan tak hanya meringankan beban pengayuh dan memanjakan wisatawan, tetapi juga menjadi simpul baru bagi pariwisata Yogyakarta yang berkelanjutan. (AT/P-2)
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, bertransformasi menjadi kawasan pedestrian penuh mulai 2026.
AREA Malioboro, Yogyakarta, ditargetkan menjadi kawasan pedestrian penuh pada tahun ini. Untuk itu, Pemda DIY pun tengah menata lalu lintas, parkir, serta moda transportasi.
Jelang malam tahun baru 2026, ribuan wisatawan sudah memadati Malioboro, Yogyakarta Rabu (31/12).
Jumlah tersebut meningkat hingga tiga kali lipat dari data BPS pada liburan Nataru tahun lalu, yaitu hanya 500.000 orang dalam kurun sekitar 14 hari.
Pantauan di lapangan, sejumlah wisatawan tampak berjalan santai di tengah jalan sambil berfoto, bahkan sambil duduk lesehan menikmati suasana Malioboro yang bebas kendaraan.
MANAJER Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan bahwa puncak arus balik di Daop 6 Yogyakarta mulai terlihat pada besok atau 23 Maret 2026
PENGAMATAN hilal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipusatkan di Pos Observasi Bulan (POB) Syech Bela-Belu, Kabupaten Bantul, milik Kementerian Agama RI. Hilal dilaporkan tak terlihat
Berlokasi strategis di pusat kota, Kotta GO Yogyakarta memudahkan tamu untuk menjangkau berbagai destinasi favorit seperti Malioboro, Tugu Yogyakarta, hingga Keraton Yogyakarta.
Cek jadwal terbaru Kereta Panoramic rute Jakarta-Yogyakarta-Solo 2026. Nikmati fasilitas mewah, sunroof otomatis, dan pemandangan indah sepanjang jalur Jawa.
DIY tetap menjadi magnet wisatawan selama libur panjang lebaran. DIY, dinilainya mampu menawarkan wisata alternatif yang dapat dijangkau wisatawan.
PT KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat peningkatan penumpang dan penjualan tiket angkutan Lebaran 2026 yang terus berlangsung hingga tengah malam nanti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved