Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Aceh pada 26 Desember 2019, akan mengalami dua hal penting terkait fenomena alam.
Pertama adalah penduduk di negeri Serambi Mekkah itu akan memperingati 15 tahun bencana alam gempa bumi 9,3 SR yang disusul bencana alam tsunami. Kedua, di hari yang sama sekitar pukul 10.08 hingga 13.00 Wib penduduk di provinsi paling barat Indonesia itu bisa melihat fenomena gerhana mata cincin yang melintasi kawasan Kepulauan Kabupaten Simeulue dan Kabupaten Aceh Singkil.
Kanwil Kementrian Agama Provinsi Aceh sedang menyambut fenomena tersebut dengan menyediakan 10 unit teleskop dan kacamata gerhana berfilter ND5.
Semua peralatan tersebut diangkut ke wilayah kepulauan Kabupaten Simeulue. Di sana akan difokuskan pada halaman Masjid Besar Baiturrahman Simeulue di Kota Sinabang, Ibukota Kabupaten Simeulue. Semua peralatan itu dipasang langsung oleh petugas dari Kantor Kemenag Aceh. Pada Kamis 26 Desember 2019, semua teleskop dan kamata filter ND5 sudah siap digunakan.
Bagi yang ingin melihat atau menikmati keindahan gerhana matahari cincin dipersilahkan datang ke halaman Masjid Raya Baiturrahman Simeulue. Di lokasi akan perbolehkan melihat proses gerhana itu melalui teleskop dan kacamata gerhana ND5 yang disediakan.
Disela-sela menikmati indahnya gerhana mata hari cincin, pengunjung juga dihimbau untuk menunaikan salat sunah kusuf (salat gerhana) Masjid Baiturrahman Simeulue.
"Juga digelar salat gerhana matahari secara berjamaah yang dipimpin oleh imam dan khatib yang ditentukan oleh pemerintah Kabupaten Simeulue" kata Saifuddin, Kepala Bagian Tata Usaha, Kantor Kemenag Aceh, Minggu (21/12/2019).
baca juga: Jatim Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, M Daud Pakeh, mengatakan fenomena gerhana mata hari tidak berkaitan dengan kematian, musibah atau hal buruk lainnya. Gerhana adalah fenomena alam untuk menegaskan keagungan dan kebesaran Allah SWT. Daud Pakeh mengimbau umat muslim untuk melaksanakan salat sunah gerhana dan memperbanyak istighfar. Wilayah Simeulue dan Aceh Singil akan dilintasi gerhana matahari cincin, sedangkan wilayah lainnya di Aceh hanya dilalui gerhana matahari parsial. (OL-3)
Fenomena astronomi langka akan menyapa langit Bumi pada akhir Februari 2026 lewat peristiwa yang dikenal sebagai parade enam planet.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Sayangnya, Gerhana Matahari Cincin sempurna kali ini tidak melewati wilayah Indonesia dan hanya melintasi wilayah terpencil di Antartika.
Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak lebih lambat dan terkadang berwarna-warni. Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik oleh pengamat di wilayah Asia Tenggara
Fenomena-fenomena ini dapat disaksikan di berbagai belahan dunia, termasuk sebagian wilayah Asia dan Indonesia untuk beberapa peristiwa.
Langit berwarna oranye pekat terlihat di sejumlah wilayah Jawa Timur dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari cincin ini akan terletak pada Stasiun Concordia yang merupakan stasiun penelitian gabungan Prancis-Italia
BMKG Batam imbau masyarakat Kepri waspada gelombang tinggi 17 Februari 2026 saat Gerhana Matahari Cincin. Hujan ringan juga diprediksi terjadi.
Pada 17 Februari bertepatan dengan kemunculan Bulan baru. Momen ini juga diramaikan perayaan Tahun Baru Imlek dan bersiapnya sebagian umat menyambut Ramadan.
Simak panduan lengkap cara menyaksikan Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026. Meski tidak melintasi Indonesia, Anda tetap bisa menontonnya secara aman.
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Simak fase, waktu puncak, lokasi pengamatan, dan alasan Indonesia tidak bisa menyaksikannya.
FENOMENA gerhana matahari cincin atau annular solar eclipse dipastikan terjadi pada 17 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved