Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DARI hasil pengusutan sementara, pihak kepolisian telah menghimpun kronologi peledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang terjadi pada pukul 08.45 WIB, Rabu (13/11).
Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, mengungkapkan, bom meledak di depan halaman Kantor Bagian Operasi (Bagops) Polrestabes Medan.
"Tindakan ini diduga dilakukan oleh seorang laki-laki berpakaian jaket ojek online bernama Rabbial Muslim Nasution," katanya kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11) sore.
Dia memaparkan, pada sekitar pukul 08.15 WIB, personel piket penjagaan dari Sat Sabhara Polrestabes Medan, Bripda Christian Simanjuntak, melakukan pengaturan arus lalu lintas di depan Mapolrestabes dan bertemu dengan pelaku yang hendak masuk ke dalam.
Bripda Christian meminta pelaku membuka sebo dan jaket dan kemudian melakukan pemeriksaan. Christian memeriksa badan dan tas ransel pelaku, tetapi tidak ditemukan benda yang mencurigakan.
Lalu Christian bertanya kepada pelaku tujuan datang ke Mapolrestabes dan dijawab mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk keperluan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pelaku pun membuka jaket dan sebo yang dikenakan untuk menutup kepala.
Sekitar 10 menit kemudian, saat Bripda Christian berada di dalam pos piket penjagaan piket, pelaku tersebut kembali dan kembali memakai sebonya.
Melihat hal itu, Christian bertanya kepada pelaku kenapa kembali lagi dan memintanya melepaskan sebo. Selanjutnya, pelaku membuka sebonya dan bergegas pergi meninggalkan pos piket penjagaan menuju loket pengurusan SKCK (arah Kantor Bagops).
Sekitar lima menit kemudian, pelaku meledakkan dirinya di depan halaman Kantor Bagops Mapolrestabes Medan.
Baca juga: Pascaledakan Bom Medan, Penjagaan Polres Balikpapan Diperketat
Akibat ledakan tersebut, lanjut Mardiaz Kusin, terdapat enam orang korban mengalami luka-luka. Mereka ialah Kompol Abdul Mutolip, Kasi Propam Polrestabes Medan (luka tangan kanan robek) dan Kompol Sarponi, KasubBag Bin Ops Polrestabes Medan (luka robek bokong sebelah kanan).
Kemudian Aipda Deni Hamdani, Brigadir Si Propam Polrestabes Medan (luka-luka terkena serpihan dan Bripka Juli chandra, Brigadir Si Propam Polrestabes Medan (gangguan pendengaran sebelah kanan).
Lalu Ricard Purba, PHL Bag Ops (luka memar di wajah dan lengan) dan Ihsan Mulyadi Siregar, 27, seorang mahasiswa yang beralamat di Jl. Bakti Suka Dono, Dusun IV, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Sunggal (luka di pinggul sebelah kiri terkena serpihan).
"Saat ini para korban yang luka dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut dan terhadap pelaku dilakukan identifikasi, juga di RS Bhayangkara," imbuhnya.
Selain itu, korban luka juga terdapat empat unit kendaraan mengalami kerusakan. Yakni satu unit mobil Dinas KA Bag Ops (kaca pecah dan terkena serpihan), satu unit mobil pribadi KA Bag Ops (rusak) serta dua unit mobil truk dinas (kaca pecah dan terkena serpihan).
Lebih lanjut diungkapkan, dari hasil pemeriksaan tim Inafis di TKP ditemukan berbagai material yang diyakini terkait dengan ledakan. Berupa baterai 9 Volt, kepala baterai, dan sejumlah paku. Kemudian ditemukan juga potongan kabel, tombol switch off, potongan tubuh pelaku, serta pelat besi/metal yang dibalut kain sarung warna hijau liris-liris. (OL-1)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Kemendikdasmen memandang peristiwa siswa bunuh diri di NTT itu sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved