Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGHADAPI musim penghujan yang mulai meningkat, daerah di Jawa Tengah mulai memperbarui peta wilayah rawan bencana seperti banjir, longsor dan angin ribut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus siaga untuk mengantisipasi jatuhnya korban dan bencana yang lebih besar.
Pemantauan Media Indonesia, Senin (11/11), perubahan cuaca dari kemarau ke musim penghujan di beberapa daerah Jawa Tengah mulai terjadi, seperti bencana angin ribut dan longsor. Meskipun intensitas hujan belum tinggi namun telah mengubah kondisi berbagai wilayah dengan munculnya bencana alam hingga menimbulkan korban jiwa dan harta benda.
Beberapa bencana telah terjadi, seperti longsor di Semarang dan Banjarnegara, kemudian angin ribut di Demak, Pati, Grobogan dan Blora sejak awal November hingga merusak ratusan rumah warga, sekolah dan musala.
Guna mengantisipasi terjadinya bencana saat musim hujan, beberapa daerah di Jawa Tengah mulai melakukan pemetaan wilayah rawan bencana seperti banjir, tanah longsor hingga angin ribut yang diprediksi semakin banyak terjadi di Desember-Januari 2020.
Di Kabupaten Pekalongan, titik rawan banjir terdapat di beberapa kecamatan yakni Siwalan, Wonokerto, Wiradesa, Tirto, Wonopringgo, Sragi, Buaran, Bojong dan Kedungwuni, baik akibat intensitas hujan tinggi maupun rob.
Sedangkan wilayah rawan longsor di Pekalongan terdapat di Kecamatan Kandangserang, Petungkriyono, Doro, Kajen, Karanganyar, Lebakbarang, Paninggaran dan Talun.
"Bencana angin puting beliung hampir merata mengancam di 19 kecamatan yang ada," kata Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo.
Baca juga: Gubernur Jateng Minta Warga di Daerah Rawan Bencana Waspada
Berbagai antisipasi terhadap bencana, lanjut Budi, telah dilakukan dengan menyiagakan petugas selama 24 jam untuk memantau dan menyiapkan berbagai kelengkapan seperti perahu karet, tenda pengungsi dan dapur umum hingga logistik berikut obat-obatan.
Hal serupa juga dilakukan oleh BPBD Kabupaten Kudus. Untuk wilayah rawan banjir di Kota Keretek terdapat di Kecamatan Mejobo, Jati, Undaan dan Kaliwung, sedangkan rawan longsor ada di Kecamatan Dawe dan Gebog.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Bergar Catursasi mengatakan selain telah berkoordinasi dengan instansi terkait, juga telah melakukan sosialisasi kepada warga di daerah rawan bencana untuk waspada terutama saat malam hari dengan intensitas hujan yang tinggi.
Sedangkan BPBD Kendal dalam pemetaan wilayah rawan bencana menyebutkan di daerah di barat Kota Semarang ini terdapat 113 desa/kelurahan rawan banjir dan 73 desa/kelurahan rawan longsor.
"Kita telah petakan untuk antisipasi terjadinya bencana itu," kata Kepala BPBD Kendal Slamet.(OL-5)
SELAMA lima tahun terakhir, 2019-2023, terjadi bencana hidrometeorologi sebanyak 18.081 kejadian, sebanyak 25% di antaranya merupakan peristiwa bencana angin puting beliung.
Salah satu upaya mencegah dampak bencana ialah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana).
Direktur Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, Dr Sumarjaya menyampaikan Indonesia mempunyai pengalaman berharga dalam menyiapkan tenaga kesehatan cadangan saat menghadapi Covid-19.
SLG memberikan informasi mengenai potensi bahaya gempa bumi dan tsunami di daerah pelaksanaan. BMKG juga membantu pemerintah daerah setempat dengan memberikan Peta Bahaya Tsunami di lokasi.
Terjadi 1.277 kejadian kebakaran di Jakarta sejak Januari hingga Agustus 2023 atau 5 kebakaran di Jakarta setiap harinya.
Berdasar prakiraan BMKG, empat daerah di Sumsel bakal alami hari tanpa hujan (HTH) cukup lama mulai 21 hari hingga 60 hari.
MASYARAKAT di wilayah Cirebon merasakan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari terakhir.
SUHU di Bandung dan sekitarnya terasa cukup dingin pada Senin (12/1) sejak pagi hingga malam hari.
Kunci utama menghalau virus flu terletak pada kombinasi seimbang antara karbohidrat, protein, dan asupan vitamin dari buah-buahan.
Berbagai formula herbal dan rempah yang tersedia di dapur rumahan dapat dimanfaatkan secara efektif, baik untuk pencegahan maupun membantu proses penyembuhan.
Menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di sekolah.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved