Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pekerjaan pembangunan infrastruktur desa di wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terbengkalai lantaran keterlambatan pencairan dana desa tahap tiga. Pihak desa berharap dana segera dicairkan.
Kepala Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Geri Setiawan, mengatakan, pihaknya telah melengkapi dan mengirimkan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa tahap 1 dan 2 tahun ini. Seharusnya, sesuai jadwal, dana desa tahap 3 cair pada bulan Oktober. Namun hingga November, dana belum juga turun.
Keterlambatan pencairan dana tersebut, menurut Geri, akan berdampak pada pelaporan penggunaan dana berikutnya yang harus segera disetor untuk kepentingan pencairan dana desa di tahun depan. Serta program yang harus terburu-buru dijalankan untuk memenuhi laporan agar tepat waktu.
"Kalau mepet turunnya, kita harus kejar-kejaran dengan program dan laporan. Tapi mau bagaimana lagi, semoga November ini dana tahap 3 sudah cair," ujar Geri, Senin (4/11).
Baca juga: Bangun Jalan Menuju Mata Air dengan Dana Desa
Dana desa tahap tiga ini sedianya akan digunakan untuk memasang paving jalan penghubung antar-RT, melanjutkan pekerjaan tahap 1 dan 2. Total, masih ada sekitar 1 kilometer yang harus dipasang paving dan terpaksa harus berhenti karena dana belum cair. Dana tahap 3 juga akan digunakan untuk keperluan pemberdayaan.
"Saya tidak berani ambil risiko melanjutkan pengerjaan infrastruktur dengan cara pinjam dana dulu atau berhutang material. Soalnya suplier belum tentu mau," ungkapnya.
Tahun 2019, Desa Ketitang menerima dana desa sebesar Rp900 juta. Sebanyak 60% telah dicairkan pada tahap 1 dan 2. Sisa 40% baru akan dicairkan pada tahap 3 ini. Sebagian besar dana digunakan untuk memasang paving jalan desa.(OL-5)
Ketua Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito mengingatkan pentingnya menjaga otonomi desa yang merupakan buah dari reformasi.
Program pembangunan pedesaan di Jawa Tengah pada 2026 dipastikan terganggu lantaran dana desa yang bakal diterima anjlok dari Rp1 miliar per desa menjadi Rp300 juta-Rp400 juta.
Sistem pengawasan yang berjalan saat ini sudah maksimal dan sudah dilakukan secara berlapis melalui jejaring Kemendagri dan perangkat daerah.
Ia menjelaskan, dana yang mengalir ke desa berasal dari dua sumber, yakni dana desa dari APBN dan alokasi dana desa dari APBD yang porsinya mencapai 10% dari DAU dan DBH.
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat penegasan batas desa
Seorang kepala desa nonaktif di Brebes, Jawa Tengah, akhirnya ditangkap polisi setelah dua tahun buron.
Banjir bandang akibat hujan ekstrem di Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu warga, melukai satu lainnya, merusak ratusan rumah, dan memaksa ratusan orang mengungsi.
CUACA ekstrem masih terjadi puluhan daerah di Jawa Tengah Sabtu (24/1) mengakibatkan bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
BENCANA angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (21/1/2026) sore. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved