Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHASISWI pada sebuah kampus di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, SA, 23, menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan dan pembuangan bayi pada Selasa (29/10).
Ibu sekaligus pelaku pembunuhan dan pembuangan bayi itu menjalani 29 adegan rekonstruksi. Selama proses rekonstruksi, ia didampingi oleh pengacara dan konselor dari Universitas St Paulus Ruteng.
Sementara dari Polres Manggarai tampak hadir Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bripka Pol Anton Habun, Kepala Urusan Identifikasi Bripka Pol Toni Bundah, dan sejumlah penyidik.
Kedua orangtua SA tampak hadir menyaksikan seluruh rangkaian rekonstruksi tersebut. Mereka tampak tak kuasa menahan air mata menyaksikan buah hati mereka selama rekonstruksi berlangsung.
Pantauan Media Indonesia, rekonstrusi berlangsung selama kurang lebih satu jam. Mulai pukul 09.40 sampai pukul 10.42 Wita. Adegan dimulai dari dalam rumah tempat ia melahirkan bayinya di Jalan Kakatua nomor 8 RT 003/RW 011 Ngencung, Kelurahan Watu, Ruteng. Lalu bergeser ke tempat ia membuang jasad bayi di bawah pohon bambu tepi kali Ngali Leok yang berjarak sekitar 150 meter dari rumah itu.
Dari 29 adegan tersebut, sebanyak 13 adegan dilakukan secara tertutup di dalam kamarnya. Selama rekonstruksi berlangsung, pintu dan jendela kamar paling depan itu tertutup rapat.
Petugas dari Polres Manggarai menjaga ketat lokasi di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Warga sekitar hanya bisa menonton dari jauh. Hanya wartawan yang diizinkan untuk memantau jalannya proses tersebut.
Kapolres Manggarai, AKBP Cliffri Steiny Lapian, melalui Kanit PPA, Bripka Anton, menjelaskan, adegan yang diperagakan di dalam kamar itu menggambarkan proses awal SA melahirkan bayinya dalam situasi sulit, tertekan, lalu memilih jalan menghabisi bayi yang dilahirkannya.
"SA berada dalam kondisi tertekan. Saat itu ia 'gelap mata' sehingga terpaksa menghabisi bayinya sendiri," jelas Anton, Selasa sore.
Saat lahir pada malam Kamis (24/10), bayi tersebut dalam keadaan hidup. Sempat sekali menangis dengan suara kecil tetapi meninggal beberapa saat setelah dibekap oleh ibunya. Itu sebabnya tak ada orang serumah yang mengetahui proses persalinan hingga bayi itu meninggal.
Usai dibekap, jasad bayi dibungkus menggunakan plastik kantong warna hitam lalu disembunyikan di bawah kolong tempat tidur. Pada Kamis malam atau malam Jumat (25/10), bayi tersebut dipindahkan dari kolong tempat tidur lalu dikuburkan di bawah pohon bambu yang berjarak 150 meter dari rumah tersebut.
Tampak pada adegan yang ditunjukkan SA, ia menggali kubur menggunakan kayu sebesar jempol orang dewasa. Karena kerasnya tanah, galian kubur tak cukup dalam sehingga tak semua bungkusan jasad bayi terbenam ke dalam tanah.
Baca juga: Keluarga Korban Mengenang Insiden Lion Air di Tanjungpakis
Untuk menyembunyikannya, ia menutupi kuburan itu dengan daun bambu kering. Itulah sebabnya, pada Jumat (25/10) pagi, bungkusan jasad bayi dengan mudah ditemukan warga.
Kepada penyidik, SA menuturkan, dirinya terpaksa membuang bayinya karena ayah sang bayi tak bertanggung jawab. Pria yang menghamilinya, menikah setelah meninggalkannya pada Maret lalu. Pria yang belum terungkap identitasnya itu, kini tinggal dan bekerja di Bali.
Alasan lainnya, SA tak ingin kehamilannya diketahui oleh kedua orangtuanya dan kampus tempat ia kuliah. Jika diketahui pihak kampus, ia pasti mendapatkan sanksi skorsing kuliah. Sementara ia sudah berada di penghujung perjuangannya. Ia sedang menyelesaikan revisi skripsinya.
"Ada ketakutan jangan sampai kehamilannya diketahui sama pihak keluarga dan pihak kampus," ujar Anton.
Sebelumnya, Rektor Universitas St Paulus, Dr Yohanes Servatius Lon, membenarkan bahwa kampus tersebut menerapkan aturan larangan seks dan hamil di luar nikah. Jika ketahuan hamil sebelum nikah, mahasiswa bersangkutan menjalani cuti kuliah hingga menyelesaikan urusannya.
Namun, lanjut Yohanes, aturan tersebut kerap disalahmengerti oleh mahasiswa.
Meski demikian, pihak kampus tetap mendampingi SA, mulai dari menyediakan konselor hingga menyiapkan pengacara untuk mendampinginya dalam proses hukum.
Tak hanya itu, pihak kampus juga memberikan kesempatan kepada SA untuk menjalani ujian skripsi agar bisa menyelesaikan kuliahnya. (OL-1)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai budaya kerja profesional dan pentingnya integrasi tim legal dalam kesuksesan berbagai sektor bisnis.
UI menyerahkan beasiswa 1,4 miliar rupiah bagi 159 mahasiswa. Dana ini bersumber dari pengelolaan Dana Abado yang didukung oleh Dato' Low Tuck Kwong dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC)
Selain memberikan bantuan secara finansial, Daesang juga berkomitmen dalam peningkatan kapasitas mahasiswa agar siap menghadapi dunia professional.
Rektor UNJ, Prof. Komarudin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemkab Mappi kepada UNJ dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Papua Selatan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
SEORANG mahasiswa berinisial A (19) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berlokasi di Jalan Padat Karya I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (16/1/2026).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved