Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN belum juga usai. Pemerintah Kabupaten Sikka sudah menggelontorkan dana sebesar Rp174 juta dari APBD dalam masa tanggap darurat kekeringan sejak April hingga September. Kini, Pemkab akan kembali mengeluarkan dana dari APBD untuk perpanjangan masa tanggap darurat kekeringan.
Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, memperpanjang masa tanggap darurat kekeringan. Melalui BPBD setempat, Pemkab Sikka menggelontorkan anggaran tambahan guna menanggulangi kekurangan air bersih hingga 3 bulan ke depan. Perpanjangan masa tanggap darurat kekeringan itu terhitung sejak bulan September hingga akhir November 2019.
Perpanjangan masa penanggulangan penanganan darurat kekeringan ini menyusul kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Sikka, sejak April sampai Oktober 2019.
Baca juga: Kebakaran Kembali Landa Hutan Lindung Egon Ili Medo di Sikka
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka menyebut kemarau panjang ini mengurangi debit air di semua mata air yang ada di wilayah Kabupaten Sikka.
"Dana yang digunakan pada masa tanggap darurat tahap pertama Rp174.000.000 dan tahap kedua juga diajukan dengan nilai yang sama menggunakan dana tanggap darurat. Sedangkan untuk tahap perpanjangan masa tanggap darurat ini, masih dalam proses administrasi," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka, Muhamad Daeng Bakir, Kamis (3/10).
Kepala BPBD Kabupaten Sikka Muhamad Daeng Bakir menjelaskan berdasarkan laporan BMKG, musim kemarau akan berakir sampai akhir November 2019. Sedangkan musim penghujan terjadi pada awal Desember 2019.
"BPBD Kabupaten Sikka sudah membuat telaahan kepada Bupati Sikka untuk memperpanjang masa penanganan darurat kekeringan. Bupati Sikka telah menyetujui masa perpanjangan penanggulangan darurat kekeringan, dan BPBD akan tetap mendroping air untuk masyarakat," bebernya.
Distribusi Bantuan Air Bersih Meski Tanpa Dukungan Dana
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka, Muhamad Daeng Bakir, menjelaskan pada perpanjangan masa tanggap darurat ini, pihaknya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan yang tersebar di 46 dari total 147 desa di Kabupaten Sikka, walaupun belum didukung pendanaan yang memadai.
"Untuk kebutuhan dana dalam perpanjangan masa tanggap darurat ini sudah diajukan, mudah-mudahan proses administrasi keuangan bisa selesai. Tapi, saat penyaluran air bersih tetap dilaksanakan secara maksimal berdasarkan laporan masyarakat," jelasnya.
Pada masa tanggap darurat kekeringan bulan April hingga September, BPBD Kabupaten Sikka sudah melayani 354 tangki air bersih ke 35 desa di 13 kecamatan yang terdampak kekeringan terparah. Hingga akhir masa tanggap darurat kekeringan September 2019, BPBD Sikka telah menyalurkan air bersih kepada 5.123 kepala keluarga.
"Pada perpanjangan masa tanggap darurat selama 3 bulan ke depan, pemerintah akan mendistribusi air bersih ke 15 dari 21 kecamatan dan 46 dari total 147 desa di Kabupaten Sikka. Distribusi akan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai masuk musim penghujan," ujarnya.
Pihaknya pun sudah mengajukan kebutuhan dana dalam perpanjangan masa tanggap darurat. Ia berharap proses administrasi keuangan bisa selesai. Meski begitu, penyaluran bantuan air bersih tetap dilaksanakan secara maksimal berdasarkan laporan masyarakat.(OL-5)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Pasokan air bersih Aceh Tamiang kembali normal setelah SPAM IKK Rantau beroperasi pascabanjir. Menteri PU memastikan kualitas air aman dan layak konsumsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved