Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Subak Mengecil, Sawah Beralih Fungsi

(RS/AD/Ant/N-2)
27/9/2019 02:00
Subak Mengecil, Sawah Beralih Fungsi
SAWAH DAN SUBAK( ANTARA/Nyoman Budhiana/ed/pd/13.)

ANCAMAN penyusutan lahan pertanian sudah jadi kenyataan. Di Kabupaten Bangli, Bali, misalnya, dalam lima tahun terakhir sudah 700 hektare sawah berubah fungsi.

"Nilai ekonomis lahan pertanian mengalami peningkatan drastis. Karena itu, dengan harga tinggi, petani melepas lahan yang kemudian dijadikan rumah," ungkap Kepala Seksi Perencanaan Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum Bangli, Dewa Raka, kemarin.

Faktor lain yang membuat petani menjual sawahnya karena aliran irigasi atau subak terus mengecil. Banyak lahan tidak kebagian air sepanjang tahun.

Untuk menekan penyusutan lahan, kata dia, Pemkab Bang-li akan segera menetapkan kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sesuai arahan pemerintah pusat dalam Peraturan Pemerintah No 59 Tahun 2019. Berdasarkan data, pada 2013, luas lahan sawah di kabupaten berhawa sejuk itu mencapai 2.735 hektare. Namun, pada 2018 lalu, sesuai hasil pendataan dari Badan Pertanahan Nasional, luas lahan sawah di Bangli turun menjadi 2.036 hektare.

Penyusutan lahan pertanian di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, juga membuat daerah itu menggantungkan pasokan beras dari daerah sekitar, yakni Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar. Dari sekitar 5.000 hektare sawah yang tersisa di wilayah ini, gabah yang dihasilkan maksimal 600 ribu ton.

"Untuk konsumsi warga, kami masih membutuhkan 54 ribu ton gabah yang dipasok dari Ciamis dan Banjar. Penyu-sutan lahan sawah membuat total produksi gabah terus me-nurun dari tahun ke tahun," aku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Abu Mansyur.

Di Kota Tasikmalaya, alih fungsi lahan terjadi untuk pembangunan perumahan, pergudangan, perkantoran, dan jalan. Untuk mengatasi kekurangan produksi gabah itu, Abu meminta dinas terkait melakukan inovasi guna mengoptimalkan sawah yang ada.

Pasalnya, penyusutan lahan pertanian belum berhenti. Se-tiap tahun masih akan ada alih fungsi lahan pertanian menjadi penggunaan lain.

"Kami mendukung adanya intensifikasi lahan pertanian, sehingga sawah yang ada bisa menghasilkan gabah yang lebih banyak dari saat ini. Butuh bibit dan pemupukan yang baik sehingga produktivitas meningkat," tandas Abu.

Alih fungsi lahan juga menggerogoti persawahan di Kota Bandung. "Pada 2018, lahan kita masih 628 hektare. Tahun ini ada penyusutan, dan kami baru mendapat sawah terukur 500 hektare," ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar. (RS/AD/Ant/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya