Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo yang terjadi pada 19:03, pada Jumat (2/8) di Sumur, Provinsi Banten. Peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 21:39 WIB.
"Peringatan dini tsunami dicabut," kata Kepala Biro Hubungan Masyrakat BMKG Akhmad Taufan Maulana seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Media Indonesia pada Jumat (2/8).
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Gempabumi BMKG Rahmat Triyono mengatakan hasil analisis menunjukkan gempa tersebut memiliki kekuatan M=7,4. Episenter terletak pada koordinat 7.54 LS dan 104.58 BT tepatnya di laut pada kedalaman 10 km.
Adapun wilayah yang sempat berstatus ancaman siaga tsunami antara lain Pandeglang Bagian Selatan dengan ketinggian gelombang maksimal 3,0 meter, Pandeglang Pulau Panaitan dengan status ancaman siaga ketinggian maksimal 3,0 meter, Lampung-Barat Pesisir-Selatan dengan status ancaman siaga dengan ketinggian maksimal 3,0 meter, Pandeglang Bagian Utara dengan status ancaman waspada dengan ketinggian gelombang maksimal 0,5 meter, dan Lebak dengan status ancaman waspada dengan ketinggian gelombang maksimal 0,5 meter.
Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menuturkan saat gempa terjadi, pantauan pusdalops BNPB mencatat gempa terasa kuat di Kabupaten Pandeglang selama 5-10 detik.
"Masyarakat dilaporkan panik dan keluar rumah. Kabupaten ini berjarak 85 km dari sumber gempa," ucapnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, imbuhnya, telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota di sekitarnya. Sementara itu, BPBD Lampung Selatan melaporkan guncangan terasa 1-5 detik. Tim reaksi cepat pun memantau air laut dan mengimbau masyarakat tetap waspada.
Gempa tersebut dirasakan kuat di sejumlah wilayah seperti Pandenglang, Lebak, Lampung Selatan, Bengkulu, Sukabumi-Jawa, Depok, hingga Jakarta.
"Guncangan dari gempa tersebut membuat warga berhamburan keluar rumah dan gedung bertingkat," tukasnya. (X-12)
Latihan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi digelar SMPN 1 Lembang bekerja sama dengan Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL).
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
Adapun di Jakarta Timur, genangan tercatat di 16 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
BMKG memberikan peringatan dini cuaca berupa potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 mendatang. Dalam prakiraan cuaca BMKG dijabarkan analisis mengenai pemicu cuaca ekstrem.
Berbagai pengalaman menghadapi bencana alam yang telah terjadi harus menjadi pembelajaran bagi kita agar mampu memitigasi sejumlah potensi bencana di tanah air.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved