Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCAPERAYAAN Hari Raya Galungan di Bali yang jatuh pada Rabu (24/7), volume sampah di Kota Denpasar mencapai sekitar 600 ton atau meningkat 160 hingga 200 ton (naik 40%) dibanding hari normal yang berkisar 400 hingga 500 ton per hari.
"Tambahan volume sampah sampai 200 ton itu terjadi pada rentang waktu enam hari sejak 19 Juli hingga 25 Juli atau sehari pasca Galungan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, I Ketut Wisada, Jumat (26/7).
Menurut Wisada, lonjakan produksi sampah setiap perayaan keagamaan atau hari besar lainnya memang sudah diantisipasi. Caranya dengan mengintensifkan seluruh personel kebersihan dengan pola penambahan jam kerja atau sistem lembur.
Baca juga: BPBD Ajak Masyarakat Bali Tingkatkan Kewaspadaan Soal Gempa
Dari 13 TPS (tempat pembuangan sampah) ditangani 1.450 tanaga kebersihan dengan didukung 40 armada truk yang dibantu kendaraan khusus roda tiga di masing-masing kecamatan dan desa/kelurahan.
"Kami bersinergi dengan semua elemen hingga desa/lurah guna menangani sampah hari besar keagamaan yakni Galungan, Kuningan ini," jelas Wisada.
Dari lonjakan produksi sampah itu sebagian besar berbahan organik yang berasal dari bahan sarana upacara keagamaan seperti janur.
Guna memudahkan dalam penanganan, Wisada mengharapkan kepada masyarakat untuk ikut andil dalam memilih jenisa sampah sebelum dibuang. (A-4)
Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Sampah harus dikelola dikawasannya, karena organiknya besar, 80% sampai 90%,
Aktivis LBH Keadilan mendesak Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Banten untuk tidak menerima putusan begitu saja dan segera menyatakan banding.
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved