Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL visum et refertum yang dilakukan tim dokter forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi kepada jasad AUS, 22, yang merupakan alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terungkap sebelum meninggal korban alami dahulu kekerasan fisik.
"Dari hasil visum ditemukan beberapa luka dan memar terutama di area wajah dan lengan yang diduga akibat kekerasan tumpul. Tapi tidak ada luka akibat senjata tajam," kata dokter forensik Nurul Aida Fatia di Sukabumi, Selasa (23/7).
Kemudian di kemaluannya saat dari lokasi penemuan korban di Kelurahan Bababakan, Kecamatan Cibeureum ada bercak darah tapi seperti darah menstruasi. Tetapi, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium untuk diketahui apakah darahnya itu darah menstruasi atau bukan dan ada atau tidak kecurigaan persetubuhan.
Menurutnya, kekerasan tumpul yang ada di wajah dan sekitar rahang korban terlihat seperti kekurangan oksigen namun belum diketahui apakah sebelum meninggal dibekap terlebih dahulu atau tidak. Kematian korban diperkirakan antara 12 hingga 18 jam jika ditarik ulur bukan dari sejak jasadnya ditemukan.
Baca juga: 3.737 Hektare Lahan Pertanian di Cianjur Kekeringan
Untuk mengetahui penyebab lainnya apakah korban juga mengalami kekerasan seks sebelum meninggal masih menunggu hasil laboratorium yang diperkirakan selesai 2 X 24 jam atau sekitar Rabu (24/7).
"Yang jelas dari hasil pemeriksaan di wajah, rahang dan lengan ada kekerasan tumpul serta terkesan korban kekurangan oksigen sebelum meninggal dunia. Apakah nantinya ditemukan bukti lainnya kami masih menunggu hasil laboratorium," tambahnya.
Sementara, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro, mengatakan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi baik warga yang
menemukan jasad korban maupun keluarga almarhumah AUS yang merupakan warga Kelurahan Sayang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur.
Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan anggota Polres lainnya untuk mengungkap kasus temuan jenazah wanita yang diduga menjadi korban pembunuhan. (Ant/OL-1)
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk tahun 2026
SEBANYAK 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Posko itu bisa dijadikan tempat beristirahat, minum atau menggunakan toilet selama mudik lebaran 2026.
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Langkah strategis ini bertujuan meminimalkan konflik agraria serta mencegah eskalasi bencana lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Dedi menyatakan bahwa inventarisasi dan penetapan batas sempadan oleh Kementerian PU akan menjadi "senjata" bagi pemerintah daerah untuk melakukan penegakan hukum secara tegas.
Penanganan kasus terkait PJU Cianjur oleh Kejaksaan Negeri Cianjur dinilai sangat sarat kriminalisasi.
fluktuasi harga berbagai komoditas pangan dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan.
Penanganan dinilai lebih menyerupai upaya kriminalisasi terhadap kesalahan administrasi daripada pembuktian tindak pidana murni.
Pencetakan SPPT merupakan kegiatan rutin tahunan yang nanti akan didistribusikan kepada para wajib pajak.
Pengelola PKBM harus berjuang mencetak SDM yang berdaya saing. Langkah itu sejalan dengan semangat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari sektor pendidikan.
HARGA sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merangkak naik mendekati Ramadan 1447 Hijriah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved