Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersikukuh untuk merealisasikan penutupan kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) di Kabupaten Manggarai Barat.
"Sesuai komitmen gubernur, intinya memulihkan dan melakukan konservasi terhadap TNK," kata Kepala Dinas Pariwisata NTT Wayan Darmawa kepada Media Indonesia, Rabu (17/7).
Sehingga, dia memastikan akan membawa agenda tersebut dalam pertemuan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Turut berangkat untuk membahas itu ialah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT Ferdi Kapitan.
"Prosesnya mulai hari ini. Salah satu tema yang dibahas ialah persiapan, pengkajian, dan pengelolaan dan lainnya," kata Wayan Darmawa.
Baca juga: Warga Desa Komodo Menolak Penutupan dan Dipindah
Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat telah menyampaikan usulan penutupan TNK selama satu tahun. Meskipun, sejumlah pulau di kawasan TNK yang menjadi habitat satwa komodo (Veranus Komodoensis) tidak ditutup.
Selain penutupan sementara, sambung Wayan Darmawa, Pemprov NTT juga ingin mengambil alih pengelolaan TNK yang saat ini ditangani pemerintah pusat.
Untuk itu, tambah Wayan Darmawa, NTT telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar di APBD yang akan dimanfaatkan untuk mendanai kegiatan rehabilitasi dan penataan, serta merekonstruksi vegetasi habitat yang hilang.
"Karena komodo adalah aset dan salah satu keajaiban dunia, kalau hilang, kita kehilangan aset dunia. Yang kita dorong adalah mengembalikan komodo sesuai karakter aslinya," tandasnya.
Wayan Darmawa menambahkan salah satu persolan yang saat ini dihadapi komodo ialah penurunan kualitas lingkungan dan persoalan sampah plastik. "Sampah plastik juga berpengaruh dengan komodo. Karena itu dilakukan penataan," kata dia. (X-15)
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
ANCAMAN longsor dan fenomena tanah bergerak terus menghantui warga Kampung Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
PEMERINTAH Kota Kupang kembali menorehkan prestasi gemilang dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
WNA Spanyol itu terdiri dari suami, istri, dan seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki,
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perburuan ilegal satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.
KECELAKAAN kapal wisata kembali terjadi di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, kapal wisata Angin Mamiri dihantam gelombang tinggi.
Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) akan menerapkan sistem buka tutup aktivitas pariwisata di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2025 mendatang.
KLHK berencana melakukan penutupan secara berkala Taman Nasional Komodo dari aktivitas pariwisata pada 2025.
Wisata medis menjadi jenis liburan ini populer terutama untuk bidang estetika seperti operasi plastik dan transplantasi rambut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved