Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI perekonomian masyarakat nelayan di Kabupaten Kotabaru terpuruk akibat cuaca buruk berlangsung cukup lama yang menyebabkan nelayan tidak bisa melaut. Hal ini berpengaruh pada banyaknya anak nelayan usia sekolah yang terpaksa tidak melanjutkan sekolah.
Seperti penuturan Nahriah warga kampung nelayan Desa Rampa, Kotabaru, yang mengaku kesulitan membiayai anaknya bernama Ira untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP setelah lulus SD.
"Saya sebenarnya ingin Ira tetap sekolah, tapi kami tidak punya biaya. Sedangkan bapaknya sudah satu bulan lebih sejak Ramadhan tidak melaut, cuaca sedang tidak baik," cerita Nahriah.
Menurut Nahriah, perlu biaya Rp700 ribu hingga Rp1,5 juta untuk mendaftar SMP. Keinginan kuat Ira untuk melanjutkan sekolah terhalang ketiadaan biaya orang tuanya. Nama lengkap bocah itu, Ria Ira Wati. Ia adalah salah satu anak Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.
Kehidupan nelayan di Desa Rampa memang cenderung memprihatinkan. Banyak dari mereka yang terlilit hutang karena hasil laut yang tak tentu. Akibatnya, anak-anak mereka terpaksa putus sekolah karena keluarga tidak memiliki biaya.
Baca juga: KKP Alokasikan 40% Beasiswa untuk Anak Nelayan
Sejak April 2019, Masyarakat Relawan Indonesia dan Aksi Cepat Tanggap (MRI-ACT) Kalsel melakukan pendampingan anak-anak Desa Rampa Rumah Belajar. Setiap pekan, para relawan melakukan pendampingan belajar kepada sekitar 40 orang anak nelayan.
Keinginan Ira melanjutkan sekolah ini disampaikan kepada Founder Rumah Belajar Desa Rampa Wahyuningsih dan Masyarakat Relawan Indonesia Kotabaru.
"Kebanyakan anak laki-laki membantu orang tua bekerja ke laut. Yang perempuan kebanyakan dinikahkan, meski usia mereka masih sangat muda," ungkap Wahyuningsih.
ACT Kalsel berikhtiar membantu sejumlah anak nelayan tersebut. Saat ini, Ira menjadi anak didik yang diikhtiarkan melanjutkan sekolah dan didaftarkan ke SMP.
"Alhamdulillah melalui Rumah Belajar, kami bisa menjaga semangat anak-anak di sana untuk terus menggantungkan cita setinggi-tingginya," jelas Ketua MRI Kotabaru Hamas Al Qasam.
Hamas berharap puluhan anak yang saat ini mereka dampingi bisa mengenyam pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Selain membantu anak-anak agar tidak putus sekolah, ACT Kalsel juga akan membantu renovasi Rumah Belajar milik Wahyuningsih.(OL-5)
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menyatakan bahwa paparan dan usulan yang disampaikan oleh Anggota DPD RI Muhammad Hidayattollah menjadi catatan dan atensi bagi kementerian.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat bencana hidrometeorologi menyusul semakin parahnya kondisi banjir di wilayah tersebut.
BPBD terus menggenjot langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mitigasi bencana.
Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat sejumlah wilayah Kalsel saat ini mengalami banjir meliputi Kabupaten Banjar, Balangan dan Hulu Sungai Utara.
(KPK) membeberkan modus dugaan pemerasan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan tiga orang jaksa di Kalsel. KPK telah menetapkan tiga tersangka
UI menyerahkan beasiswa 1,4 miliar rupiah bagi 159 mahasiswa. Dana ini bersumber dari pengelolaan Dana Abado yang didukung oleh Dato' Low Tuck Kwong dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC)
PEMERINTAH melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi merilis kuota penerimaan beasiswa LPDP 2026. Ini detailnya.
Selain memberikan bantuan secara finansial, Daesang juga berkomitmen dalam peningkatan kapasitas mahasiswa agar siap menghadapi dunia professional.
Dinara saat ini berada di Amerika Serikat sebagai penerima beasiswa penuh (full scholarship) dari Kedutaan Besar AS melalui program pertukaran pelajar.
PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menyalurkan beasiswa senilai Rp100 juta kepada Jakarta Indonesia Korean School (JIKS).
Program beasiswa "Glow and Lovely Bintang Beasiswa" telah berjalan selama sembilan tahun, menerima lebih dari 18.000 aplikasi pada tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved