Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Angka Stunting di Kalsel masih Tinggi

Denny Susanto
04/7/2019 10:21
Angka Stunting di Kalsel masih Tinggi
Posyandu digerakkan dalam perbaikan gizi balita untuk mencegah stunting.(MI/Edy Ismail )

BERDASARKAN data riset dasar kesehatan 2018, balita stunting di Indonesia berada pada angka 30,8%. Sedangkan di Kalimantan Selatan angka stunting mencapai 33,2%.

"Stunting menjadi permasalahan yang dihadapi berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Melalui Hari Keluarga Nasional (Harganas),  kita berharap permasalahan stunting dapat diatasi," kata Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemprov Kalsel, Heriansyah disela-sela kegiatan Seminar Nasional seputar pola asuh anak, Kamis (4/7) di Banjarmasin.

Data World Health Organization (WHO), menyebut stunting diperkirakan berpengaruh terhadap 21,9% dari 149 juta balita di dunia. Dan lebih dari 50% balita di Asia menderita stunting. Indonesia merupakan salah satu negara, dengan prevalensi balita stunting yang masih tinggi. Menanggapi masih tingginya angka stunting di Kalimantan Selatan, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah Sahbirin mengatakan bahwa permasalahan gizi harus diselesaikan bersama.

"Baik itu di Kalimantan Selatan maupun nasional," kata Raudatul, Kamis (4/7).

Ia meminta agar pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang gizi harus ditingkatkan.

baca juga: LRT Angkut 146 ribu Penumpang Selama Uji Publik

"Masyarakat harus memahami penyebab kekurangan gizi, termasuk pengetahuan mereka tentang jenis dan cara mengolah makanan bergizi. Lebih penting juga sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemenuhan asupan gizi pada periode 1000 hari pertama kehidupan,"  ujarnya.

Pada bagian lain terkait peringatan Harganas 26 kali ini juga digelar pameran dan gelanggang dagang di halaman Sekretariat Daerah Pemprov Kalsel di Banjarbaru, diikuti perwakilan dari 34 provinsi. (OL-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya