Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Program Asuransi Pertanian Kandas di Bengkulu Utara

Marliansyah
26/6/2019 21:54
Program Asuransi Pertanian Kandas di Bengkulu Utara
Petani di Bengkulu(Antara)

PETANI di Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, tidak ada yang mengikuti program asuransi pertanian. Meskipun, program tersebut untuk meminimkan kerugian ketika gagal panen.
      
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkulu Utara Kuasa Barus mengakui tidak ada petani di Kabupaten Bengkulu Utara yang mengasuransikan tanaman padi mereka.        

"Tidak ada satupun baik perorangan maupun dari kelompok petani yang mengasuransikan tanaman padi mereka," katanya.

Sejak dua tahun lebih program asuransi ini berjalan, lanjut dia, belum ada satupun secara perseorangan atau kelompok petani yang merespons dengan mengajukan polis untuk mengasuransikan tanaman padi mereka.

Untuk asuransi tanaman padi, Kementerian Pertanian menggandeng pihak Asuransi Jasindo.

Kuasa menjelaskan, prosedur untuk mendaftar sebagai peserta Asuransi Jasindo tidak susah. Setiap petani melalui kelompok wajib membayar uang pendaftaran sebesar Rp36.000 per petani untuk setiap bulannya.

Baca juga: Asuransi Pertanian Beri Ketenangan Bagi Petani dan Peternak     

Peruntukan uang tersebut, kata dia, jika ada indikasi gagal panen petani mendapatkan asuransi sebesar Rp6 juta per hektare sawah. "Manfaat mengasuransikan jika mendapatkan musibah terkena serangan hama, banjir dan kekeringan para petani kan mendapatkan ganti rugi. Meski tidak banyak, yang jelas dapat untuk dana untuk menanam kembali," imbuhnya. (X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya