Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Polda DIY Telusuri Video Ajakan Bikin Kerusuhan di Jakarta

Agus Utantoro
18/4/2019 19:55
Polda DIY Telusuri Video Ajakan Bikin Kerusuhan di Jakarta
Kombes Pol Hadi Utomo(ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

VIDEO berdurasi 22 detik berisi orasi seorang demonstran yang mengajak massa pada 22 April mendatang untuk meledakkan Jakarta.

Orasi demo tersebut diketahui dilakukan di Kawasan Titik Nol Kota Yogyakarta, dengan orator seseorang berambut gondrong gimbal.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo, didampingi Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto, di ruang media Polresta Yogyakarta, Kamis (18/4) petang, menjelaskan, setelah video tersebut menjadi viral, jajaran Polresta Yogyakarta terus bergerak melakukan penyelidikan.

"Ini bukan delik aduan, jadi meski tidak ada laporan polisi bisa terus bergerak melakukan penyelidikan," kata Hadi Utomo.

Dikatakan dari hasil penyelidikan, polisi mengetahui orang yang melakukan orasi tersebut adalah Sabar Gimbal.

"Aksi yang direkam itu adalah aksi memperjuangkan para driver online baik ojek motor maupun mobil," tambah Yuliyanto.

Hasil penyelidikan, lanjutnya, aksi tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pemilihan Umum maupun hasil-hasil Pemilu.

"Polresta Yogyakarta sudah meminta keterangan kepada Sabar Gimbal," katanya.


Baca juga: Ketua PP Muhammadiyah: Mobilisasi Massa Cederai Jalur Konstitusi


Video aksi tersebut, lanjutnya, sengaja dipotong dan kemudian diunggah ke media sosial seolah-olah menyikapi hasil Pemilu dan ajakan untuk menggelar aksi di Jakarta dan bahkan meledakkan Ibu Kota Negara.

Sabar Gimbal di Polresta Yogyakarta menjelaskan, aksi itu dilakukan sebelum Pemilu dan tidak terkait dengan Pemilu.

"Saya itu membakar semangat dan mengajak teman-teman untuk berjuang tanpa lelah dengan semangat yang meledak-ledak," ujar Sabar.

Ia mengaku tidak tahu siapa yang merekam dan kemudian mengedit serta mengunggah video tersebut. Ia pun heran aksinya itu kemudian dikait-kaitkan dengan hasil Pemilu.

Sabar kemudian menjamin kalangan driver online dari Yogyakarta tidak akan menggelar aksi di Jakarta pada 22 April mendatang. Kalaupun ada aksi di Jakarta pada tanggal tersebut, ujar dia, dipastikan bukan dari para 'pejuang' driver online ini.

Kombes Hadi menambahkan, polisi memastikan akan melacak dan menyelidiki peredaran hoaks yang berisi ajakan meledakkan Jakarta ini.

"Pasti kami bergerak melakukan penyelidikan," katanya.

Namun, Hadi masih enggan menyebutkan lebih dalam penyelidikan yang sedang dilakukan itu. (OL-1)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik