Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Menikmati Jazz Melayu di Kota Tua Pekanbaru

(Rudi Kurniawansyah/N-1)
13/4/2019 05:40
 Menikmati Jazz Melayu di Kota Tua Pekanbaru
Menikmati Jazz Melayu di Kota Tua Pekanbaru(Rudi Kurniawansyah )

ANGIN hujan bertiup ramah di pelabuhan tua Pelindo 1 kawasan Kampung Bandar, Kota Tua Pekanbaru, Kamis (11/4) malam. Sekira 100 meter dari bibir dermaga di pinggir Sungai Siak, alunan musik dari kolaborasi band jazz Melayu Geliga bersama tiga musisi nasional, yakni Bonita, basis Bintang Indrianto, dan gitaris Kadek Mahardika, menghangatkan suasana Kota Tua Pekanbaru dalam pergelaran penutup Riau Festival 2019.

Sebanyak enam lagu yang dilantunkan para musisi di panggung kreatif itu menghangatkan para penonton di saat Kota Pekanbaru diguyur hujan deras malam itu. Eri Bob dari grup Geliga terlihat berpadu kompak dengan tiga bintang tamu meski mereka tidak punya waktu banyak untuk latihan sebelumnya. Puncak penampilan mereka ialah ketika memainkan lagu tradisional Melayu, Tanjung Katung, yang diaransemen dengan gaya jazz Melayu.

Penonton mengaku puas dengan hiburan musik di panggung Riau Festival karena konsep panggung terbuka sangat unik, berada di tepi Sungai Siak atau dikenal sebutan Sungai Jantan. Panggung utama juga berlatarkan jembatan yang baru saja diresmikan, yaitu Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit, yang malam itu berkelap-kelip dengan lampu warna-warni. "Puas sekali menonton festival ini," kata Erhan, warga Bengkalis.

Bintang Indrianto mengatakan jazz Melayu yang dikembangkan komposer Eri Bob dengan membentuk band Geliga, merupakan keunikan dan kekayaan musik dari Riau. "Saya hanya dua kali latihan sudah bisa merasakan lagu mereka dan ini jadi kolaborasi menarik," katanya. Bagi Bintang Indrianto, jazz Melayu bisa dikategorikan genre musik yang langka.

Kadek Rihardika mengakui baru pertama kali berkolaborasi dengan Geliga memainkan jazz Melayu. Menurutnya, genre musik yang dimainkan Geliga unik. "Di Indonesia ada jazz dan Melayu itu berkombinasi, tidak ada itu di luar sana," katanya. Kadek berharap Riau Festival bisa diselenggarakan rutin karena punya keunikan menggabungkan wisata sejarah (heritage) kota tuanya Pekanbaru dengan hiburan modern. "Festival ini sudah punya benang merah, yaitu heritage, dan itu unik dan harus dipertahankan," ujarnya.(Rudi Kurniawansyah/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya