Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Status Siaga Darurat Karhutla, Riau Fokus Respon Potensi Gangguan Kesehatan

Rudi Kurniawansyah
20/2/2026 21:07
Status Siaga Darurat Karhutla, Riau Fokus Respon Potensi Gangguan Kesehatan
(MI/Rudi Kurniawansyah)

Usai ditetapkannya status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat Provinsi Riau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau bergerak cepat melakukan berbagai langkah antisipasi. Fokus utama instansi ini adalah memastikan seluruh infrastruktur kesehatan siap merespons potensi gangguan kesehtan akibat polusi asap yang muncul dari titik-titik api.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatkan bahwa pihaknya segera menyurati Dinas Kesehatan di seluruh kabupaten dan kota untuk mengonsolidasikan kekuatan. Salah satu langkah konkretnya adalah instruksi untuk memastikan tim krisis di daerah dapat segera bergerak serta mengaktifkan Emergency Medical Team (EMT) guna penanganan darurat di lapangan.

Zulkifli menegaskan bahwa tim krisis Provinsi akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap daerah-daerah yang mulai terdampak kebakaran. Upaya ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan pendukung medis lainnya tetap terjaga dan dapat didistribusikan dengan cepat jika kondisi memburuk.

"Karena status darurat Karhutla sudah ditetapkan, kami ingin memastikan ketersediaan APD, masker, hingga oksigen konsentrat di seluruh daerah mencukupi. Jangan sampai ada daerah terdampak yang kekurangan stok saat terjadi penurunan kualitas udara," ujar Zulkifli, Rabu (18/2).

Selain kesiapan logistik, Dinkes Riau juga mengeluarkan imbauan kepada masyar1akat untuk mulai membatasi aktivitas di luar ruangan. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit asma atau gangguan paru-paru kronis agar tidak terpapar asap secara langsung.

Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan masker berstandar medis atau tipe N95 bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah. Masyarakat disarankan untuk menutup rapat pintu dan jendela hunian serta mengurangi ventilasi terbuka saat kabut asap mulai menyelimuti pemukiman guna menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Lebih lanjut, ia menyarankan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala klinis. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk, sesak napas, iritasi mata, tenggorokan sakit, hingga rasa pusing dan mual akibat paparan polutan.

Sebagai langkah preventif di sektor pendidikan dan perkantoran, instansi terkait diminta menyesuaikan seluruh kegiatan luar ruangan dengan kondisi kualitas udara terkini. 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mencegah kebakaran lahan sembari tetap disiplin menjaga kesehatan diri di tengah status siaga darurat ini. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya