Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengingatkan ribuan santri Nahdlatul Ulama (NU) di Karawang, Jawa Barat, soal kecintaan Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo kepada ulama.
Di acara Karawang Bershalawat, Ma'ruf menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang tidak menilai ulama sebatas daun salam. Selama ini, kata Ma'ruf, Jokowi kerap disebut membenci ulama. Hal itu ditegaskan mantan Rais Aam PBNU sebagai pernyataan bohong.
"Kita tahu kalau pemilihan presiden, legislatif, gubernur dan bupati, para calon pasti akan datang ke ulama. Kemudian setelah terpilih, mereka melupakan ulama," ujar Ma'ruf Amin di Parkiran Stadion Singaperbangsa Karawang, Sabtu (2/3).
"Ibarat kalau masak itu menggunakan daun salam, setelah masakannya jadi, daun salam itu dibuang. Karena daun salam hanya berfungsi sebagai pewangi. Beda dengan Jokowi, ia tetap ingat ulama. Ulama tidak dianggap hanya sebagai pewangi atau daun salam," sambungnya.
Baca juga: Ma’ruf Amin Buktikan Jokowi Cinta Ulama
Selama ini, Joko Widodo selalu memberikan kebijakan yang pro terhadap santri, pesantren dan ulama. Hal itu terbukti dari pilihan mantan Gubernur DKI Jakarta menjadikan Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya di Pilpres 2019.
"Jika tidak pro terhadap ulama, tidak mungkin saya ini dipilihnya untuk menjadi Cawapres. Saya mau juga karena diminta dan desakan oleh para ulama," tuturnya.
Jika memang Jokowi antiulama, lanjut Ma'ruf, tidak mungkin memilih wakil dari kalangan ulama. Ia pun menyinggung puisi yang dilontarkan oleh Neno Warisman yang mengandaikan pilpres seperti perang badar.
"Menurut saya itu merupakan pemikiran yang salah," ungkapnya.
Indonesia pun akan terus bersatu, dan Ma'ruf memastikan santri NU berada di garis depan untuk menjaga persatuan dan kesatuan di Tanah Air.
"Masa dikatakan mau punah. Emangnya Indonesia ini binatang. Sebelum merdeka, NU sudah menyatakan siap menjaga NKRI. Siapapun yang mengancam, santri NU siap untuk menjaganya," pungkas Ma'ruf Amin.
Sejumlah ulama dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana pun hadir dalam Karawang Bershalawat. Usai memberikan pidato, sekitar pukul 23.00 WIB, Ma'ruf Amin meninggalkan Karawang.(OL-5)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
PRESIDEN ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait namanya yang dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi kuota haji yang menyeret mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.
Akademisi Rocky Gerung mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan sebagai ahli yang dihadirkan pihak Roy Suryo dalam perkara dugaan ijazah palsu Jokowi.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
KPU menegaskan akan menindaklanjuti putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang memerintahkan pembukaan dokumen ijazah jokowi dalam proses pencalonan Pemilu 2014 dan 2019.
POLEMIK ijazah Jokowi yang terus berlarut dinilai tidak lagi menyentuh kepentingan publik dan cenderung bergeser menjadi isu politik yang diproduksi berulang.
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved