Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Cuaca Ekstrem, Kabupaten Tangerang Instruksikan Sekolah Gelar PJJ

Golda Eksa
23/1/2026 17:43
Cuaca Ekstrem, Kabupaten Tangerang Instruksikan Sekolah Gelar PJJ
Ilustrasi. Sejumlah pelajar menerjang banjir akibat hujan deras di wilayah Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu .(Antara)

PEMERINTAH Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, resmi memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP. Langkah ini diambil menyusul kondisi cuaca ekstrem yang memicu bencana banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: B/400.3.5.5/095/I/Disdik/2025 mengenai imbauan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama kondisi cuaca ekstrem.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, menjelaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.

"Pertama faktor cuaca dan kondisi bangunan yang memang kita tidak tahu kondisinya seperti apa. Hal itu antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan dari kondisi cuaca. Kemudian, adanya banjir dan sebagainya, ini juga kita akan memberikan arahan kepada sekolah-sekolah," ujar Agus di Tangerang, Jumat (23/1).

Antisipasi Risiko Infrastruktur
Agus menekankan bahwa situasi darurat bencana memerlukan langkah antisipasi kolektif. Disdik menginstruksikan satuan pendidikan yang terdampak banjir atau tidak memungkinkan menggelar KBM tatap muka untuk segera beralih ke moda PJJ dengan persetujuan pengawas sekolah.

Selain banjir, Disdik juga menaruh perhatian pada kerawanan infrastruktur sekolah akibat angin kencang dan hujan lebat.

"Sebagai upaya pencegahan risiko, apabila di area satuan pendidikan terdapat pohon yang berpotensi tumbang dan membahayakan keselamatan, maka perlu dilakukan pemangkasan," tuturnya.

Pihak sekolah juga diminta untuk tidak menggunakan ruang kelas yang kondisinya rapuh atau berpotensi membahayakan siswa. Agus merujuk pada beberapa insiden kerusakan bangunan yang terjadi baru-baru ini.

"Karena memang ada beberapa kejadian seperti atapnya yang runtuh di SMAN 5 seperti itu harus dihindari. Kemudian juga kebanjiran juga akan membahayakan anak siswa juga. Kondisi-kondisi cuaca ekstrim ini kan memang hal yang kadang-kadang kita tidak duga bisa terjadi," jelasnya.

Belasan Sekolah Terendam
Berdasarkan data terkini, sedikitnya 16 sekolah di Kabupaten Tangerang terdampak langsung oleh banjir. Tak hanya terendam air, beberapa bangunan sekolah kini dialihfungsikan menjadi posko pengungsian warga.

"Berdasarkan informasi dari bidang-bidang sekolah, sudah melapor ke kami bahwa ada sekitar 13 sekolah dasar yang terdampak banjir. Kemudian ada tiga SMP juga terdampak banjir. Namun, di daerah sekitar pantura Pakuhaji atau Kosambi terdapat dua sekolah dasar yang digunakan untuk penampungan warga," kata Agus.

Disdik Kabupaten Tangerang meminta para pengawas sekolah untuk terus memperbarui data dan melaporkan daftar satuan pendidikan yang melaksanakan PJJ guna pemantauan lebih lanjut. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya