Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Hari Kedua Masuk Sekolah, Tawuran Pelajar Pecah di Jakarta Timur

Media Indonesia
06/1/2026 19:09
Hari Kedua Masuk Sekolah, Tawuran Pelajar Pecah di Jakarta Timur
Ilustrasi(Antara)

AKSI tawuran antar kelompok pelajar kembali terjadi di Jakarta Timur. Bentrokan pecah di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, tepat pada hari kedua masuk sekolah setelah libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Selasa (6/1) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh warga sekitar. Salah satunya Abdullah (53), warga RT 02/RW 03 Bidara Cina, yang sehari-hari berjualan helm di lokasi kejadian.

"Tiba-tiba pelajar kumpul. Mereka manggil-manggil lawannya. Tidak lama lawannya datang lebih banyak," kata Abdullah di Jatinegara, Jakarta Timur, dikutip dari Antara, Selasa (6/1).

Abdullah menjelaskan, tawuran bermula ketika sekelompok pelajar berkumpul di depan gang dan memancing kedatangan kelompok lawan. Ia memperkirakan jumlah pelajar yang terlibat mencapai puluhan orang. Sejumlah pelajar bahkan terlihat membawa berbagai jenis senjata.

"Bawa senjata, macam-macam. Ada yang buat nimpuk, ada rantai gesper juga, rantai motor," ujarnya.

Menurut Abdullah, para pelajar tersebut bukan merupakan warga sekitar. Setelah bentrokan terjadi, kelompok pelajar itu berpindah lokasi ke arah Terminal Kampung Melayu.

Ia pun berharap aparat keamanan serta pihak sekolah dapat bertindak lebih cepat untuk mencegah tawuran, terlebih tahun ajaran baru baru saja dimulai.

"Kalau bisa jangan nunggu tawuran dulu. Anak-anak nongkrong pada jam sekolah agar ditertibkan," kata dia.

Hingga saat ini, belum ada laporan warga terkait korban luka akibat kejadian tersebut. Namun masyarakat meminta agar wilayah tersebut mendapat perhatian khusus karena dinilai rawan bentrokan pelajar.

"Harapannya ya harus ada yang ambil tindakan. Ya mungkin dari aparat kepolisian. Mungkin ada diadain operasi. Jadi, jangan tunggu sampai tawuran. Kalau bisa, ya saran saya, itu kalau jam sekolah, ada anak-anak nongkrong angkut," ucap Abdullah.

Warga lainnya, Abdul Hakim (72), 
mengungkapkan bahwa aksi tawuran pelajar di kawasan tersebut kerap terjadi, terutama saat jam pulang sekolah.

"Biasanya mereka nongkrong dulu di warung, ngopi, ngerokok. Nanti kalau lawannya datang di seberang, mulai saut-sautan mulut lalu tawuran. Ini sudah sering," ucap Abdul.

Abdul mengaku resah karena para pelajar yang terlibat bukan warga setempat, sementara dampak dari tawuran justru dirasakan oleh masyarakat sekitar. "Resah pasti. Kita juga tidak kenal siapa mereka," ujar Abdul. (Ant/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya