Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kendalikan Inflasi Jelang Natal-Tahun Baru, Pramono Usul Lomba Diskon dan Digitalisasi di Mal

Mohamad Farhan Zhuhri
04/12/2025 15:20
 Kendalikan Inflasi Jelang Natal-Tahun Baru, Pramono Usul Lomba Diskon dan Digitalisasi di Mal
ilustrasi.(MI)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyiapkan berbagai langkah untuk pengendalian harga menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memunculkan  ide dengan melombakan program promosi dan digitalisasi di pusat-pusat perbelanjaan.

Ia mengungkap akan menggelar perlombaan atau kompetisi antarmal agar pelaku usaha semakin agresif menawarkan program menarik bagi pengunjung.

Hal ini Pramono sampaikan Dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

"Saya sekarang berpikir, gimana kalau kita lombakan Natal dan Tahun Baru di mal-mal. Yang pertama digitalisasi, yang kedua adalah lomba diskon. Yang ketiga, suasana Natal Tahun Barunya jauh lebih semarak hiasannya," kata Pramono di Jakarta Pusat, Kamis (4/12).

Ia menyebut, kompetisi tersebut berpotensi meningkatkan penggunaan pembayaran digital, memperluas program diskon, dan menciptakan suasana perayaan yang lebih hidup di berbagai mal. Menurutnya, langkah itu bisa memberi dampak positif terhadap stabilitas harga dan aktivitas ekonomi.

"Kalau tiga hal ini kita bisa lombakan, saya yakin yang pertama digitalisasi pasti nambah, yang kedua diskonnya kita dapat keuntungan dari hal itu untuk menjaga supaya apa, inflasinya terjaga," ujar Pramono.

Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI siap memberikan apresiasi bagi pusat perbelanjaan, toko, atau hotel yang mengikuti ajang tersebut. Pramono menilai waktu persiapan masih mencukupi untuk menggelar kompetisi ini sebelum memasuki puncak musim liburan.

"Saya yakin akan semarak sekali. Untuk hal yang berkaitan dengan melombakan mal-mal ataupun tempat-tempat perbelanjaan dan juga hotel-hotel yang ada, untuk menurut saya masih ada waktu," tuturnya.

Menjelang perayaan Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pramono juga mengingatkan jajarannya menjaga stabilitas mobilitas warga. Ia memprediksi adanya peningkatan kunjungan wisatawan ke Jakarta pada periode libur panjang.

Menurutnya, tren wisatawan yang datang ke Jakarta terus meningkat, termasuk wisatawan asing yang menghabiskan waktu di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan singkat ke kota lain.

"Terjadi peningkatan signifikan turis yang datang ke Jakarta. Anehnya turis ini datang ke Jakarta karena dua hal. Yang satu, begitu sampai di Jakarta, sehari-dua hari nginep Jakarta, makan di Thamrin City, besoknya naik Whoosh ke Bandung, belanja-belanja di Bandung, kemudian balik Jakarta, besoknya baru pulang apakah itu ke Singapura maupun Kuala Lumpur dan sebagainya," urai Pramono.

Oleh sebab itu, Pramono memprediksi inflasi berada pada level terkendali hingga akhir 2025. Bila melihat capaian inflasi hingga November menunjukkan tren stabil, Pramono berharap angka inflasi Jakarta pada Desember secara year-on-year mencapai 2,7%.

"Mudah-mudahan sampai dengan akhir tahun atau bulan Desember, inflasi di Jakarta antara range 2,6-2,7% dan kalau itu bisa kita jaga maka sesuai dengan target yang dicanangkan oleh pemerintah pusat 2,5 plus 1%," imbuhnya. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya