Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI menyatakan akan segera mengumumkan hasil tes DNA terhadap kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro Kiano Nugroho, bocah 6 tahun asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan oleh ayah tirinya pada 6 Maret 2025.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa sampel DNA pembanding baru diambil kemarin, sehingga proses pemeriksaan masih berlangsung.
"Kami masih menunggu proses dan juga informasi dari Puslabfor dan RS Polri yang sesegera mungkin akan kami sampaikan hasilnya," kata Budi saat dikonfirmasi, Rabu (26/11).
Sebelumnya, kakek Alvaro, Tugimin, 71, mengatakan bahwa ibu Alvaro, Arumi, telah menyerahkan sampel DNA ke RS Polri Kramat Jati pada Senin malam, 24 November 2025. Kini keluarga masih menunggu kepastian hasil dari pihak kepolisian.
Tugimin mengaku belum mendapatkan informasi kapan hasil tes DNA keluar. Meski demikian, ia memastikan polisi berupaya mempercepat prosesnya. Ia juga telah menyiapkan makam untuk Alvaro di tanah wakaf Masjid Al-Muflihun yang berlokasi tak jauh dari rumah keluarga, agar dapat dirawat dengan baik.
Arumi sendiri baru tiba dari Malaysia pada Senin siang. Ia masih terpukul berat setelah mengetahui anaknya menjadi korban pembunuhan oleh suaminya sendiri.
Alvaro dinyatakan hilang pada Kamis, 6 Maret 2025, saat bulan puasa. Ia sempat meminta izin pergi ke Masjid Al-Muflihun, namun tidak pernah kembali. Keluarga melapor ke Polsek Pesanggrahan, namun diminta menunggu hingga 1x24 jam. Keesokan harinya, laporan anak hilang diteruskan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Belakangan, penyelidikan mengungkap bahwa Alvaro diculik dan dibekap hingga tewas oleh ayah tirinya, Alex Iskandar, karena korban terus menangis saat penculikan berlangsung. Jasadnya disimpan pelaku dalam plastik hitam selama tiga hari di garasi rumahnya di Tangerang, sebelum dibuang ke Kali Cilalay, Tenjo, Bogor.
Setelah delapan bulan pencarian, kerangka yang diduga Alvaro akhirnya ditemukan berkat bantuan informasi saksi dan anjing pelacak K-9. Alex, yang sebelumnya berpura-pura ikut mencari Alvaro, akhirnya terbongkar sebagai pelaku.
Alex ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, namun ia mengakhiri hidupnya sendiri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan sebelum dimasukkan ke ruang tahanan. Polisi menduga motif pembunuhan terkait dendam terhadap Arumi atas kecurigaan perselingkuhan di Malaysia. (P-4)
Penemuan lima sampel tulang diduga milik Alvaro Kiano Nugroho di Jembatan Cilalay, Bogor, mengungkap perkembangan terbaru kasus penculikan dan pembunuhan yang melibatkan ayah tirinya,
Tes DNA mengungkap dokter Universitas Duke, Dr. Charles Peete, diam-diam memakai spermanya sendiri untuk membuahi pasien.
Tes DNA kedua diminta untuk dilakukan di Rumah Sakit (RS) Mount Elizabeth Singapore. Permintaan ini disampaikan Lisa melalui kuasa hukumnya Bertua Diana Hutapea dan Jhon Boy Nababan.
Namun, Himawan tidak memastikan harinya. Setelah pemeriksaan RK, Himawan menyebut penyidik akan memeriksa Lisa Mariana pekan depan.
Banyak ibu hamil pun bertanya-tanya: apakah tes DNA bisa dilakukan sebelum persalinan? Jawabannya: bisa.
Polda Metro Jaya mengerahkan 1.810 personel dan menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional untuk mengamankan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Jakarta.
Menurut dia, proses penegakan hukum atas kasus ini yang ditangani Polda Metro Jaya merupakan langkah positif.
Kontras mendesak pembentukan TGPF untuk mengusut tuntas serangan sistematis terhadap Andrie Yunus dan membongkar aktor intelektual di balik teror ini.
Polisi mengungkap jejak pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Rekaman CCTV menunjukkan aksi dilakukan secara terencana sejak awal.
Polda Metro Jaya identifikasi dua terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, BHC dan MAK. Polisi sebut total pelaku diduga lebih dari 4 orang.
Polisi ungkap identitas eksekutor penyiraman air keras Andrie Yunus (Kontras) berinisial BHC dan MAK lewat rekaman CCTV asli tanpa rekayasa AI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved