Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI menemukan lima sampel diduga tulang milik Alvaro Kiano Nugroho, 6, korban penculikan dan pembunuhan, di kawasan Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penemuan ini menjadi perkembangan penting dalam penyelidikan kasus pembunuhan yang mengguncang publik sejak hilangnya Alvaro delapan bulan lalu.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan sejak pukul 12.00 WIB,
"Dari hasil pencarian hari ini, kita mulai jam 12.00 WIB siang sampai sekarang, ada beberapa yang kita temukan," kata AKBP Ardian dikutip dari Antara, Rabu (26/11).
Tim Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan bekerja sama dengan Dokkes Polri dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyisiran area untuk menemukan bagian kerangka lainnya. Seluruh sampel yang terkumpul akan dilengkapi dan kemudian menjalani tes DNA guna dicocokkan dengan data orang tua Alvaro.
"Nanti akan kita periksa lebih lanjut," jelasnya.
Dari pihak RS Polri Kramat Jati, dr. Mahardika, spesialis forensik, menegaskan bahwa seluruh temuan akan dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih mendalam.
"Tulang ini akan kami bawa lagi ke RS Kramat Jati untuk diproses lebih lanjut dan diperiksa lebih teliti lagi, apakah tulang tersebut punya yang bersangkutan atau bukan," kata dia.
Salah satu sampel yang ditemukan adalah rahang gigi bawah anak-anak, yang selanjutnya akan dianalisis bersama dokter gigi forensik untuk memastikan identitasnya.
Sebelumnya, jasad Alvaro diduga dibuang ke Sungai Cerewed, tepat di bawah Jembatan Cilalay, setelah bocah tersebut dilaporkan hilang sejak Maret 2025. Pelaku penculikan dan pembunuhan adalah ayah tirinya, Alex Iskandar (49), yang juga mantan suami Arum, ibu Alvaro.
Kasus ini semakin memilukan setelah polisi menemukan Alex tewas diduga bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan pada Minggu (23/11) pagi. Ia ditemukan gantung diri tak lama setelah ditangkap pada Rabu (19/11) malam.
Menurut polisi, motif pembunuhan Alvaro berkaitan dengan rasa cemburu Alex terhadap istrinya. (Ant/P-4)
Polisi ungkap detail kekerasan dan kronologi lengkap pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho oleh ayah tirinya. Berikut rangkaian kejadian, upaya pelaku menghilangkan jejak, hingga kasus terungkap
Pengakuan marbot Masjid Jami Al Muflihun membantu polisi mengidentifikasi suara Alex Iskandar dalam kasus penculikan dan pembunuhan Alvaro. Ini kronologi lengkapnya.
Kasus pembunuhan Alvaro kembali menguak fakta baru. Alex Iskandar sempat meminta saksi memindahkan jasad sambil berdalih itu bangkai anjing.
Polisi segera merilis hasil tes DNA kerangka manusia yang diduga Alvaro, bocah 6 tahun korban penculikan dan pembunuhan oleh ayah tirinya.
Ibu Alvaro ungkap ayah tiri yang membunuh putranya pernah mengancam menculik sejak 2024. Pelaku juga kerap melakukan kekerasan sebelum kasus pembunuhan terjadi.
Polisi segera merilis hasil tes DNA kerangka manusia yang diduga Alvaro, bocah 6 tahun korban penculikan dan pembunuhan oleh ayah tirinya.
Tes DNA mengungkap dokter Universitas Duke, Dr. Charles Peete, diam-diam memakai spermanya sendiri untuk membuahi pasien.
Tes DNA kedua diminta untuk dilakukan di Rumah Sakit (RS) Mount Elizabeth Singapore. Permintaan ini disampaikan Lisa melalui kuasa hukumnya Bertua Diana Hutapea dan Jhon Boy Nababan.
Namun, Himawan tidak memastikan harinya. Setelah pemeriksaan RK, Himawan menyebut penyidik akan memeriksa Lisa Mariana pekan depan.
Banyak ibu hamil pun bertanya-tanya: apakah tes DNA bisa dilakukan sebelum persalinan? Jawabannya: bisa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved