Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Terungkap! Alex Iskandar Minta Saksi Pindahkan Jasad Alvaro dengan Dalih Bangkai Anjing

Akmal Fauzi
27/11/2025 20:55
Terungkap! Alex Iskandar Minta Saksi Pindahkan Jasad Alvaro dengan Dalih Bangkai Anjing
Petugas Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) korban penculikan dan pembunuhan, Alvaro Kiano Nugroho (6) di lokasi kejadian tepatnya Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/11/2025).(ANTARA/HO-Polsek Pesanggrahan)

ALEX Iskandar ternyata sempat meminta bantuan saksi kunci berinisial G untuk memindahkan jasad Alvaro Kiano Nugroho, 6, anak tirinya yang dibunuh dan dibuang di Tenjo, Kabupaten Bogor. Kepada saksi, Alex berdalih bahwa benda di dalam kantong plastik tersebut hanyalah bangkai anjing.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menjelaskan bahwa Alex panik dan takut sidik jarinya tertinggal pada plastik yang digunakan untuk membungkus jasad Alvaro.

"Dia meminta bantuan saksi kunci juga berinisial G itu membantu dia untuk mencari lagi, mengangkat mayat yang tadi, tapi dia bilang bahwa yang di dalam kantong plastik itu adalah bangkai anjing," ujar Kombes Nicolas di Jakarta, Kamis (27/11). 

Setelah jasad berhasil diangkat, Alex kemudian membungkusnya kembali dengan dua lapis plastik hitam sebelum membuangnya di dekat Jembatan Cilalay, Tenjo.

"Dia mengangkat itu dan selanjutnya dia membungkus lagi dengan dua plastik hitam lagi mayat tersebut dan selanjutnya dia buang," imbuhnya.

Keluarga Ungkap Alibi Bangkai Anjing kepada Tetangga

Keterangan soal “bangkai anjing” juga diakui keluarga pelaku. Nenek Alvaro, Sayem, menyebut bahwa ketika warga menanyakan bau mencurigakan di sekitar rumah, pihak keluarga pelaku memberikan jawaban serupa.

"Jadi, tetangga di situ pada ngomong katanya, kok bau apa, ya, katanya bukan, itu mah bangkai anjing," kata nenek Alvaro, Sayem kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/11). 

Ia bahkan menduga adik pelaku dan keluarga lainnya turut mengetahui atau terlibat dalam tindakan keji tersebut, mengingat upaya menutupi bau dan informasi yang diberikan ke warga sekitar.

Alvaro dinyatakan hilang pada Kamis, 6 Maret 2025, saat bulan puasa. Ia sempat meminta izin pergi ke Masjid Al-Muflihun, namun tidak pernah kembali. Keluarga melapor ke Polsek Pesanggrahan, namun diminta menunggu hingga 1x24 jam. Keesokan harinya, laporan anak hilang diteruskan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Belakangan, penyelidikan mengungkap bahwa Alvaro diculik dan dibekap hingga tewas oleh ayah tirinya, Alex Iskandar, karena korban terus menangis saat penculikan berlangsung. Jasadnya disimpan pelaku dalam plastik hitam selama tiga hari di garasi rumahnya di Tangerang, sebelum dibuang ke Kali Cilalay, Tenjo, Bogor.

Setelah delapan bulan pencarian, kerangka yang diduga Alvaro akhirnya ditemukan berkat bantuan informasi saksi dan anjing pelacak K-9. Alex, yang sebelumnya berpura-pura ikut mencari Alvaro, akhirnya terbongkar sebagai pelaku.

Alex ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, namun ia mengakhiri hidupnya sendiri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan sebelum dimasukkan ke ruang tahanan. Polisi menduga motif pembunuhan terkait dendam terhadap Arumi atas kecurigaan perselingkuhan di Malaysia. (Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya