Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ALEX Iskandar ternyata sempat meminta bantuan saksi kunci berinisial G untuk memindahkan jasad Alvaro Kiano Nugroho, 6, anak tirinya yang dibunuh dan dibuang di Tenjo, Kabupaten Bogor. Kepada saksi, Alex berdalih bahwa benda di dalam kantong plastik tersebut hanyalah bangkai anjing.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menjelaskan bahwa Alex panik dan takut sidik jarinya tertinggal pada plastik yang digunakan untuk membungkus jasad Alvaro.
"Dia meminta bantuan saksi kunci juga berinisial G itu membantu dia untuk mencari lagi, mengangkat mayat yang tadi, tapi dia bilang bahwa yang di dalam kantong plastik itu adalah bangkai anjing," ujar Kombes Nicolas di Jakarta, Kamis (27/11).
Setelah jasad berhasil diangkat, Alex kemudian membungkusnya kembali dengan dua lapis plastik hitam sebelum membuangnya di dekat Jembatan Cilalay, Tenjo.
"Dia mengangkat itu dan selanjutnya dia membungkus lagi dengan dua plastik hitam lagi mayat tersebut dan selanjutnya dia buang," imbuhnya.
Keterangan soal “bangkai anjing” juga diakui keluarga pelaku. Nenek Alvaro, Sayem, menyebut bahwa ketika warga menanyakan bau mencurigakan di sekitar rumah, pihak keluarga pelaku memberikan jawaban serupa.
"Jadi, tetangga di situ pada ngomong katanya, kok bau apa, ya, katanya bukan, itu mah bangkai anjing," kata nenek Alvaro, Sayem kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/11).
Ia bahkan menduga adik pelaku dan keluarga lainnya turut mengetahui atau terlibat dalam tindakan keji tersebut, mengingat upaya menutupi bau dan informasi yang diberikan ke warga sekitar.
Alvaro dinyatakan hilang pada Kamis, 6 Maret 2025, saat bulan puasa. Ia sempat meminta izin pergi ke Masjid Al-Muflihun, namun tidak pernah kembali. Keluarga melapor ke Polsek Pesanggrahan, namun diminta menunggu hingga 1x24 jam. Keesokan harinya, laporan anak hilang diteruskan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Belakangan, penyelidikan mengungkap bahwa Alvaro diculik dan dibekap hingga tewas oleh ayah tirinya, Alex Iskandar, karena korban terus menangis saat penculikan berlangsung. Jasadnya disimpan pelaku dalam plastik hitam selama tiga hari di garasi rumahnya di Tangerang, sebelum dibuang ke Kali Cilalay, Tenjo, Bogor.
Setelah delapan bulan pencarian, kerangka yang diduga Alvaro akhirnya ditemukan berkat bantuan informasi saksi dan anjing pelacak K-9. Alex, yang sebelumnya berpura-pura ikut mencari Alvaro, akhirnya terbongkar sebagai pelaku.
Alex ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, namun ia mengakhiri hidupnya sendiri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan sebelum dimasukkan ke ruang tahanan. Polisi menduga motif pembunuhan terkait dendam terhadap Arumi atas kecurigaan perselingkuhan di Malaysia. (Ant/P-4)
Polisi ungkap detail kekerasan dan kronologi lengkap pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho oleh ayah tirinya. Berikut rangkaian kejadian, upaya pelaku menghilangkan jejak, hingga kasus terungkap
Propam Polres Jaksel memeriksa dua polisi penjaga Alex Iskandar, tersangka pembunuhan Alvaro, yang ditemukan tewas di ruang konseling
Tersangka pembunuhan Alvaro Kiano, Alex Iskandar, ditemukan tewas diduga akibat bunuh diri di ruang konseling Polres Jaksel. Jenazahnya telah dimakamkan keluarga di Tangerang
Polisi ungkap detail kekerasan dan kronologi lengkap pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho oleh ayah tirinya. Berikut rangkaian kejadian, upaya pelaku menghilangkan jejak, hingga kasus terungkap
Pengakuan marbot Masjid Jami Al Muflihun membantu polisi mengidentifikasi suara Alex Iskandar dalam kasus penculikan dan pembunuhan Alvaro. Ini kronologi lengkapnya.
Polisi segera merilis hasil tes DNA kerangka manusia yang diduga Alvaro, bocah 6 tahun korban penculikan dan pembunuhan oleh ayah tirinya.
Penemuan lima sampel tulang diduga milik Alvaro Kiano Nugroho di Jembatan Cilalay, Bogor, mengungkap perkembangan terbaru kasus penculikan dan pembunuhan yang melibatkan ayah tirinya,
Ibu Alvaro ungkap ayah tiri yang membunuh putranya pernah mengancam menculik sejak 2024. Pelaku juga kerap melakukan kekerasan sebelum kasus pembunuhan terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved