Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto, memberikan sosialisasi dana bersama penanggulangan bencana atau Pooling Fund Bencana (PFB) sekaligus penanaman vegetasi mitigasi bencana di Camp Swiss Van Java, Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (21/11).
Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia ini menjadi puncak seremonial penanaman 100.000 bibit pohon secara serentak di empat provinsi (Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten). Khusus di Jawa Tengah, sebanyak 68.000 bibit pohon ditanam di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, dengan titik pusat acara di Wonosobo.
Hadir dalam kegiatan itu, antara lain Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, Dyah Murtingsih mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Sekda Jawa Tengah Sumarno, Letkol Inf Andi Sinrang (Kasiter Korem 072/Pamungkas), Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, Kapolres Wonosobo AKB M Kasim Akbar Bantilan, serta kepala dinas, Forkopimcam Garung, ketua PMI, BAZNAS, FPRB, MDMC, SAR MTA, LPBINU, Pramuka, Orari, dan RAPI.
Suharyanto menyampaikan, hingga November 2025, Indonesia telah mengalami lebih dari 3.000 kejadian bencana, di mana sebagian besar merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan yang dipicu kerusakan lingkungan serta hutan gundul.
“Penanaman pohon bukan sekedar penghijauan biasa, tapi tindakan nyata mitigasi bencana berbasis vegetasi. Akar pohon menjadi fondasi alami yang mengikat tanah, mencegah erosi dan longsor, terutama di lereng bukit serta DAS kritis,” kata Suharyanto.
Ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Pohon Sedunia sebagai titik balik kepedulian lingkungan. “Mari kita tanam pohon hari ini untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan,” katanya.
Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein menyebut Wonosobo sebagai wilayah hulu DAS Serayu memiliki peran strategis dalam pemulihan ekologi Jawa Tengah bagian tengah hingga barat daya.
“Penanaman vegetasi hari ini adalah langkah penting memperkuat tanah hulu, menjaga tata air, serta mengurangi risiko banjir dan longsor. Kami siap berkolaborasi penuh dalam program pooling fund bencana dan rehabilitasi lingkungan,” ujar Amir Husein.
Acara dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Kepala BNPB didampingi Dandim 0707/Wonosobo, Wakil Bupati, serta seluruh undangan di kawasan Camp Swiss Van Java yang dikenal juga sebagai “Paris Van Java” karena keindahan alam pegunungannya. Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi nasional dalam membangun ketangguhan bencana berbasis ekosistem yang berkelanjutan. (P-2)
MELUASNYA lahan kritis di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dinilai sebagai indikator kegagalan pengelolaan lingkungan yang berlangsung dalam jangka panjang.
POLSEK Kalikajar bersama Tim Resmob Polres Wonosobo berhasil mengamankan seorang Sekretaris Desa (Sekdes) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap sesama perangkat desa.
Langkah deteksi dini dan pencegahan dilakukan secara ketat untuk mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan.
POLRES Wonosobo, Jawa Tengah berupaya mengantisipasi kemacetan di jalur wisata ke Dieng saat musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Letkol Inf Yoyok Suyitno menyampaikan bahwa pengamanan Nataru merupakan agenda rutin tahunan yang memerlukan perhatian ekstra.
Letkol Yoyok Suyitno mengajak warga untuk merenungi kondisi bangsa yang sedang berduka di beberapa titik lokasi bencana.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved