Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Tangsel Art Festival 2025 Beri Ruang UMKM dan Pelaku Seni untuk Berkembang

Putri Rosmalia Octaviyani
21/11/2025 10:28
Tangsel Art Festival 2025 Beri Ruang UMKM dan Pelaku Seni untuk Berkembang
Tangsel Art Festival 2025(Dok. Dekranasda)

TANGSEL Art Festival 2025 digelar di Bintaro Jaya Xchange Mall 1 pada Kamis (20/11). Dalam kegiatan tersebut, pelaku seni dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diberi ruang untuk menunjukkan karya dan mengenalkan usahanya.

‎Festival yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) itu merupakan agenda tahunan yang sebelumnya dikenal dengan nama Asmaranala ini menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Tangerang Selatan ke-17, sekaligus ruang besar untuk mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif baru.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyampaikan apresiasi atas gelaran yang tahun ini dinilai semakin berkembang dan mencerminkan kemajuan subsektor kriya dan seni di Tangsel.

‎"Program ini memang untuk membangkitkan ekonomi kreatif ya, seperti bagaimana kita lihat perkembangan ekraf di Tangsel setiap tahun berkembang terus. Bahkan, saya melihat banyak sekali produk-produk baru para pelaku kriya baru dalam satu tahun program," ujarnya, dalam keterangan resmi, Jumat, (21/11).

‎Ia menambahkan, keberhasilan para pelaku usaha ini tidak lepas dari pembinaan berkelanjutan antara Pemkot Tangsel melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, bersama Dekranasda.

‎Selama setahun terakhir, berbagai pelatihan, bantuan alat, hingga pendampingan usaha telah diberikan sebagai bentuk penguatan ekosistem kreatif.

‎Pilar menjelaskan, dekranasda saat ini sudah terbentuk hingga tingkat kecamatan, sehingga potensi kriya di setiap wilayah dapat dipetakan sejak dini.

"Mudah-mudahan ke depan kerjasama dengan dinas terkait dan juga Dekranasda bisa terus diperkuat supaya tangsel bisa berkembang terus industri ekraf," jelasnya.

Pilar menegaskan bahwa Tangsel memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, kriya, batik, desain grafis, arsitektur, fashion, musik, hingga tari.

Semua subsektor tersebut dibina secara berkelanjutan agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal menghadapi gempuran produk luar negeri, khususnya dari Tiongkok.

Oleh karena itu, Pilar mengajak masyarakat Tangsel maupun luar daerah untuk berkunjung dan mendukung karya kreatif lokal ini.

‎Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Kota Tangsel Truetami Ajeng mengatakan, Tangsel Art Festival 2025 merupakan ruang kolaborasi besar bagi pelaku seni dan UMKM dari tujuh kecamatan se-Kota Tangsel.

‎Ia menambahkan, kegiatan ini dirancang untuk memberi peluang promosi produk UMKM secara lebih masif, memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, sekaligus mendorong tumbuhnya ide-ide baru yang memperkuat inovasi daerah.

"Tentunya yang selalu kita dorong untuk bagaimana caranya (UMKM) bisa mendapatkan keuntungan dengan cara maksimal, dan melalui kegiatan ini kami berharap terdapat peluang promosi produk UMKM secara lebih masif," tuturnya.

Tangsel Art Festival 2025 menghadirkan berbagai produk UMKM berupa kain dan kriya tangan, aksesori handmade, batik lokal Tangsel, fashion, scarf, gelang, kalung, produk kuliner, pertunjukan musik serta hiburan komunitas.

Semua produk telah melalui proses kurasi kukualitasalitas, sehingga pengunjung dadapatpat menikmati karya terbaik dari kreator lokal.

Festival berlangsung selama empat hari, 20–23 November 2025, dibuka untuk umum, dan diharapkan menjadi penggerak baru bagi geliat ekonomi kreatif Tangsel. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya