Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PULAU Bintan bersiap menghadirkan kembali tradisi maritim Melayu kepada khalayak luas, khususnya wisatawan, melalui gelaran balap perahu Jong di pesisir Lagoi Bay, Bintan Utara, awal April mendatang. Ajang ini tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga ruang refleksi atas identitas budaya Kepulauan Riau yang terus bertahan dari masa lalu hingga kini, sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan bagi pelancong.
Di tengah arus globalisasi, wisatawan tidak lagi hanya mencari hiburan, tetapi juga nilai dan makna dari destinasi yang dikunjungi. Pengalaman berbasis budaya kerap meninggalkan kesan mendalam dan menjadi daya tarik tersendiri.
Sejalan dengan prioritas Kementerian Pariwisata RI, pengembangan wisata budaya menjadi salah satu pilar penting. Tradisi Jong Pulau Bintan pun ditetapkan sebagai bagian dari program unggulan Kharisma Event Nusantara pada 14 Januari 2026.
Penyelenggaraan pacu perahu kayu Jong di Pantai Lagoi Bay bukanlah hal baru. Kegiatan ini telah digelar dua tahun berturut turut sejak 2024 dan menunjukkan antusiasme yang konsisten dari wisatawan maupun komunitas Jong.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan mencatat peningkatan kunjungan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, jumlah wisatawan nusantara naik 18,45 persen menjadi 744.468 orang, sementara wisatawan mancanegara tumbuh 21,45 persen menjadi 253.366 orang.
“Pertumbuhan ini mesti harus ditumbuhkan dengan memberikan pengalaman wisata yang berkualitas, salah satunya mengenai keunikan budaya,” ungkap Arief Sumarsono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan.
Tahun ini, sekitar 526 peserta dari 31 komunitas Jong akan ambil bagian. Mereka datang tidak hanya dari Pulau Bintan, tetapi juga Karimun, Batam, serta negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Choy Yi Hong, General Manager Changi Sailing Club, Singapura, menyampaikan kesan komunitasnya yang pernah menyaksikan festival tersebut bersamaan dengan Bintan Regatta.
“Setiap tahun komunitas CSC yang terdiri dari berbagai kebangsaan di dunia menyaksikan Festival Jong di saat yang bersamaan mereka mengikuti Bintan Regatta. Hal yang mengesankan bagi mereka adalah kesempatan untuk menyaksikan tradisi balap perahu tradisional Jong tanpa nahkoda dan hanya mengandalkan kecepatan angin itu. Pada event kompetisi Bintan Regatta tahun ini, kami memang berharap Jong Festival kembali diagendakan di saat yang sama,” ujar Choy.
Semangat inilah yang mendorong keberlanjutan festival Jong sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus menjadikannya daya tarik wisata. Perahu kayu dengan layar merah, kuning, biru, dan hijau akan kembali mewarnai langit tropis dan laut biru Lagoi Bay. Lanskap tersebut menciptakan panorama yang fotogenik sekaligus memperlihatkan harmoni antara tradisi nelayan dan keindahan alam pesisir.
Kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan dengan Bintan Resorts sebagai lokasi penyelenggaraan menjadi wujud sinergi dalam pengelolaan atraksi wisata berbasis budaya. Penyelenggaraan festival Jong yang disejajarkan dengan Bintan Regatta 2026 menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam melestarikan tradisi, bukan sekadar seremoni sesaat.
Pada April mendatang, Pantai Lagoi Bay kembali menjadi arena perahu layar kayu warna warni yang beradu cepat. Tradisi Jong tidak hanya dihidupkan kembali, tetapi juga diteguhkan sebagai identitas pesisir Melayu yang menjadi kekuatan utama destinasi wisata Pulau Bintan. (I-3)
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Kegiatan ini berlangsung 2 hari pada 24 - 25 Januari 2026 berlokasi di Ex Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan..
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Festival ini lahir bukan sebagai seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
Setiap aktivitas dirancang berdasarkan misi utama Facebook: menciptakan hubungan yang tulus dan kebersamaan penuh tawa yang lahir dari partisipasi para pengguna di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved