Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSOALAN sampah di Kota Depok, Jawa Barat, hingga kini belum bisa dituntaskan. Bahkan, banyak tumpukan sampah yang terkesan dibiarkan di pinggir jalan dan permukiman warga.
Kondisi itu diperparah dengan realitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, yang menjadi satu-satunya lokasi pembuangan kini tak lagi mampu menampung timbunan sampah yang terus meningkat.
Koordinator Pengelolaan Sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Cisalak, Dirman, mengatakan kondisi Kota Depok saat ini berada dalam status gawat darurat sampah. Menurutnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang menjadi satu-satunya lokasi pembuangan sampah kini tak lagi mampu menampung timbunan yang terus meningkat.
“Truk angkutan sampah juga banyak yang rusak dan upaya pengurangan sampah yang dilakukan Pemkot Depok belum mampu mengatasi persoalan ini,” ujar Koordinator Pengelolaan Sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Cisalak, Dirman, Rabu (12/11).
Menurut dia, timbunan sampah di TPS Pasar Cisalak sudah mencapai lima meter. Sampah yang menggunung berasal dari aktivitas pasar dan juga kiriman warga sekitar.
“Peningkatan kesadaran masyarakat, penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), dan inovasi teknologi pengelolaan sampah harus segera dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Udara Kodratulloh mengakui kondisi tersebut. Ia menjelaskan, volume sampah di Depok terus meningkat dan kini mencapai sekitar 1.400 ton per hari atau 16.800 ton per tahun. “Kondisi TPA Cipayung sudah overload dan sering mengalami longsor akibat tingginya timbulan sampah,” ungkapnya.
Dia menyebutkan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah berupaya mendorong masyarakat agar lebih aktif melakukan pemilahan sampah rumah tangga sehingga beban TPA dapat dikurangi.
Secara terpisah, pegiat lingkungan Amborseus menilai Pemerintah Kota Depok gagal dalam mengatasi persoalan sampah. Menurutnya, perlu adanya langkah luar biasa untuk menanggulangi krisis sampah ini.
“Pemkot harus punya gebrakan. Salah satunya bisa melalui penggunaan teknologi incinerator atau pembakaran tuntas yang mampu mengolah sampah secara efektif dan ramah lingkungan,” tandasnya. (KG/P-2)
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Dana tersebut diindikasikan digunakan antara lain untuk kepentingan pribadi, pembayaran bunga deposito yang telah dicairkan tanpa sepengetahuan deposan
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
DINAS Lingkungan Hidup dan Kebersihan atau DLHK Kota Depok, Jawa Barat, mengangkut ribuan ton lebih sampah dari 11 wilayah kecamatan selama momen mudik dan libur lebaran 2025.
PASAR tradisional yang dikelola oleh Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), menghadapi masalah serius terkait pencemaran limbah.
Longsor yang terjadi di TPA berimbas pada terganggunya operasional pembuangan sampah di Kota Depok dan menyebabkan antrean truk sampah karena tidak bisa masuk ke arena pembuangan.
Penanganan sampah tak hanya dilakukan di hilir, tapi berlaku juga di hulu.
RATUSAN rumah warga di Jalan Pramuka I dan II Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) dilanda banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved