Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sampah Menumpuk, Pemkot Depok Diminta Cari Solusi

Kisar Rajagukguk
12/11/2025 18:48
Sampah Menumpuk, Pemkot Depok Diminta Cari Solusi
Pemulung mengangkut sampah di TPA Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu .(Antara)

PERSOALAN sampah di Kota Depok, Jawa Barat, hingga kini belum bisa dituntaskan. Bahkan, banyak tumpukan sampah yang terkesan dibiarkan di pinggir jalan dan permukiman warga.

Kondisi itu diperparah dengan realitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, yang menjadi satu-satunya lokasi pembuangan kini tak lagi mampu menampung timbunan sampah yang terus meningkat.

Koordinator Pengelolaan Sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Cisalak, Dirman, mengatakan kondisi Kota Depok saat ini berada dalam status gawat darurat sampah. Menurutnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang menjadi satu-satunya lokasi pembuangan sampah kini tak lagi mampu menampung timbunan yang terus meningkat.

“Truk angkutan sampah juga banyak yang rusak dan upaya pengurangan sampah yang dilakukan Pemkot Depok belum mampu mengatasi persoalan ini,” ujar Koordinator Pengelolaan Sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Cisalak, Dirman, Rabu (12/11).

Menurut dia, timbunan sampah di TPS Pasar Cisalak sudah mencapai lima meter. Sampah yang menggunung berasal dari aktivitas pasar dan juga kiriman warga sekitar.

“Peningkatan kesadaran masyarakat, penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), dan inovasi teknologi pengelolaan sampah harus segera dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Udara Kodratulloh mengakui kondisi tersebut. Ia menjelaskan, volume sampah di Depok terus meningkat dan kini mencapai sekitar 1.400 ton per hari atau 16.800 ton per tahun. “Kondisi TPA Cipayung sudah overload dan sering mengalami longsor akibat tingginya timbulan sampah,” ungkapnya.

Dia menyebutkan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah berupaya mendorong masyarakat agar lebih aktif melakukan pemilahan sampah rumah tangga sehingga beban TPA dapat dikurangi.

Secara terpisah, pegiat lingkungan Amborseus menilai Pemerintah Kota Depok gagal dalam mengatasi persoalan sampah. Menurutnya, perlu adanya langkah luar biasa untuk menanggulangi krisis sampah ini.

“Pemkot harus punya gebrakan. Salah satunya bisa melalui penggunaan teknologi incinerator atau pembakaran tuntas yang mampu mengolah sampah secara efektif dan ramah lingkungan,” tandasnya. (KG/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik