Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR tradisional yang dikelola oleh Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), menghadapi masalah serius terkait pencemaran limbah. Gunungan sampah yang meluber di tempat pembuangan sementara (TPS) telah mencemari lingkungan sekitar.
Salah satu pasar yang terdampak pencemaran limbah adalah Pasar Cisalak. Gunung sampah di pasar tradisional yang terletak di tengah lingkungan permukiman padat penduduk ini telah mencapai ketinggian hingga 8 meter.
Kondisi ini tentu berdampak terhadap kualitas air maupun udara yang menjadi sangat buruk.
Baca juga : Miris! Sampah Menumpuk Berminggu-minggu Hingga Busuk di Sejumlah Pasar Tradisional Depok
Seorang penjual gorengan dan minuman teh dan kopi di Pasar Cisalak bernama Sukesih, mengaku tumpukan sampah dengan ketinggian 8 meter tersebut dikatakan telah berada di lokasi itu selama ber hari-hari.
Gunungan sampah itu kata dia telah mencemari air dan udara. ”Kopi yang saya jual rasanya bau, tak enak di minum. Airnya berubah warna dan berbau. Saya juga merasakan gangguan gatal-gatal dan sudah minum obat. Tapi belum sembuh-sembuh,” katanya, Sabtu (17/8).
Dikatakan Sukesih, gunungan sampah berada di bagian kios-kios yang berdekatan dengan TPS dan jalan umum yang sehari-hari dilewati warga, pedagang, maupun pengunjung pasar.
Baca juga : PSI Depok Minta Pemda Serius Bersihkan Sampah di Pinggir Jalan
Pedagang di pasar ini juga merasakan dampak langsung dari kondisi tumpukan sampah yang semakin menggunung ini. Bau tak sedap, gangguan kesehatan, dan penurunan omzet menjadi masalah serius. Sayangnya, pelaporan keberadaan sampah ini menjadi kendala karena kurangnya koordinasi.
Darles, pedagang daging ayam potong mengaku mengalami penurunan omzet dalam sebulan terakhir. "Beda dari biasanya. Dari biasanya terjual 100 ekor sekarang hanya 50 ekor atau turun 50 persen," katanya.
Darles juga mengaku dadanya sering nyeri dan nyesak karena tak kuat mencium aroma bau tak sedap dari tumpukan sampah yang menimbun di TPS.
Baca juga : 30 Meter Gunung Sampah TPA Cipayung Depok Terbelah, Layanan Pengiriman Sampah Sementara Dihentikan
Sementara itu, Santi pengunjung pasar mengaku merasakan aroma bau tak sedap dari gunungan sampah TPS telah membawa penyakit. "Bau sampahnya menyeruak. Kepala saya pusing, saya juga merasakan gatal-gatal saat berbelanja," katanya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah atau UPTD Pasar Cisalak, Wahyu Sahadat, tak menampik jika pedagang dan pengunjung mengeluhkan sampah TPS.
Wahyu juga mengatakan pegawai pasar termasuk dirinya juga merasakan sakit kepala dan bersin-bersin. Hal itu karena bau sampah terbawa udara ke dalam kantor tempatnya bekerja.
Baca juga : Sungai Pesanggrahan Depok yang Tertimbun Ribuan Ton Sampah Belum Dibersihkan
Sampah TPS seluas 1000 meter persegi sudah semakin menjulang karena tidak dipindahkan ke tempat pembuangan akhir atau TPA Cipayung. "Sekarang volume sampahnya sudah semakin tinggi, ada kali 8 meter," katanya.
Keberadaan sampah ini, kata dia telah memicu menurunnya omzet pedagang. Selain omzet yang berkurang, telah banyak pedagang menutup kiosnya.
"Ketika kita tanyakan alasan mereka tak kuat mencium bau sampah. Gunungan sampah ini membawa dampak besar terhadap ekonomi pedagang," ucapnya.
Wahyu mengaku telah meminta agar sampah dipindahkan ke TPA Cipayung, namun hingga saat ini belum ada tindakan konkret. Diharapkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan atau DLHK Kota Depok segera mengambil langkah untuk mengatasi situasi ini.
“Sebagai pengelola, kita perlu peduli terhadap lingkungan dan berperan aktif dalam menjaga kebersihan. Semoga masalah ini segera mendapatkan solusi yang tepat,” harapnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kebersihan dan Kemitraan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan atau DLHK Kota Depok Ardan Kurniawan mengatakan akan segera mengakut sampah yang kini meluber di Pasar Cisalak.
“Termasuk sampah di Pasar Kemiri Muka, Pasar Agung, Pasar Tugu, Pasar Sukatani, Pasar Musi dan sampah pinggir jalan, terowongan jalan tol, kita akan angkat dan pindahkan ke TPA Cipayung, ” pungkasnya. (Z-9)
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan).
KODAM IX/Udayana menggelar Karya Bakti Terpadu pembersihan sampah laut bertema Aksi Bersama TNI-Polri, Pemda, dan Masyarakat di Pantai Kedonganan dan Pantai Kuta.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pelanggaran dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana. Berdasarkan Perda 3/2013, pelaku pembuangan sampah sembarangan dapat dikenai uang paksa hingga Rp500.000.
Pengosongan TPS dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung bersama unsur kewilayahan.
Afifuddin kepada jurnalis di Jakarta, Jumat (4/4), menjelaskan PSU tersebut merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Menurutnya kondisi Pelaksanaan PSU di Empat TPS tersebut di guyur hujan lebat. Namun tidak memengaruhi antusiasme pemilih untuk datang ke TPS.
Satpol PP Kabupaten Bandung Barat menyegel tempat pengolahan sampah (TPS) ilegal milik perusahaan Tras Environ Mental di Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved