Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Saksi Mata Ledakan SMAN 72 Ungkap Kronologi Kejadian, Diduga Pelaku Kelas 12 dan Korban Bully

Devi Harahap
07/11/2025 18:33
Saksi Mata Ledakan SMAN 72 Ungkap Kronologi Kejadian, Diduga Pelaku Kelas 12 dan Korban Bully
ilustrasi.(MGN.)

SAKSI mata ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Sena yang merupakan siswa kelas 11 menceritakan kronologi detik-detik kepanikan yang terjadi di tengah jamaah.

“Sebelum shalat Jumat, lagi mau khutbah selesai, lagi mau iqamah, tiba-tiba ada ledakan dari tengah masjid,” ujar Sena di Jakarta, Jumat (7/11).

Sena menuturkan, setelah ledakan pertama terjadi, para siswa berhamburan keluar masjid untuk menyelamatkan diri. Namun, belum lama berselang, suara ledakan kedua kembali terdengar.

“Kita kabur, nyelamatin teman-teman. Setelah nyelametin teman-teman, ada ledakan lagi, kedua kali,” katanya.

Menurut Sena, saat kejadian masjid dalam keadaan penuh. Sebagian besar siswa berada di lantai bawah, sedangkan lantai atas kosong.

“Lagi ramai banget, penuh. Tapi di atas lagi nggak ada orang. Ledakannya terjadi di lantai bawah,” jelasnya.

Ia mengaku sempat membantu mengevakuasi sejumlah korban yang terluka akibat ledakan tersebut dan menolong beberapa teman sekelasnya yang mengalami luka serius.

“Tadi benar-benar panik banget. Saya gendongin satu-satu, bantu ngobatin korbannya,” ujar Sena.

“Untung saya pernah belajar dari online cara ngobatin pasien, jadi alhamdulillah bisa bantu sampai dibawa ke Rumah Sakit Islam,” lanjutnya.

Sena mengatakan, sedikitnya ada sembilan hingga sepuluh korban yang sempat ia bantu evakuasi ke luar masjid.

“Yang saya bantu itu sekitar sembilan atau sepuluh orang,” tuturnya.

Selain itu, Sena mengaku ledakan yang begitu keras membuat pendengaran Sena sempat terganggu.

“Syok banget, kuping agak mendengung. Rasanya kayak enggak bisa dengar beberapa saat,” ucapnya.

Sena juga mendengar kabar dari teman-temannya bahwa pelaku diduga seorang siswa kelas 12 di sekolah yang sama. Namun, informasi itu masih perlu diverifikasi oleh pihak berwenang.

“Katanya pelakunya siswa juga, kelas 12. Saya dengar-dengar dia itu korban bully, jadi mungkin mau balas dendam,” katanya.

Berdasarkan kabar yang diterima di lokasi, terduga pelaku dilaporkan meninggal dunia di tempat akibat ledakan.

“Katanya dia bunuh diri. Saya dengar dia juga kena, tubuhnya berlumuran darah,” ucap Sena. (Dev/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya