Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi A DPRD DKI Jakarta Hilda Kusuma Dewi menyoroti penyelesaian yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghilangkan kegiatan tawur yang meresahkan warga. Ia meinya ada aksi nyata yang dilakukan dalam hal ini masing-masing Wali Kota di Jakarta.
“Jangan berhenti jadi forum diskusi. Harus ada aksi nyata,” ujar Hilda melalui keterangannya, Minggu (28/9)
Ia menegaskan, peran lurah dan camat sebagai ujung tombak pemerintahan. Perlu program pembinaan rutin, kerja sama dengan sekolah, serta kegiatan alternatif yang bisa mengalihkan energi remaja pada hal-hal positif. “Lurah dan camat harus aktif menindaklanjuti hasil FGD,” kata Hilda.
Guna antisipasi potensi konflik, sambung dia, memerlukan pendekatan preventif. Melalui sistem peringatan dini di tingkat RT/RW. “Begitu ada tanda gesekan, RT/RW harus cepat melapor,” tandas Hilda.
Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor sangat penting. Melibatkan aparat, sekolah, organisasi kepemudaan, dan orang tua. Dengan dukungan berbagai pihak, pembinaan anak muda bisa lebih menyeluruh. “Pencegahan tawur harus melibatkan banyak unsur,” tambah dia.
Hilda berharap, pencegahan tawur dijadikan agenda jangka panjang. Memberi ruang positif bagi remaja untuk berkreasi di bidang olahraga, seni, maupun kewirausahaan.
“Kalau anak muda punya ruang positif, mereka tidak akan mencari identitas lewat tawur,” pungkas dia. (Far/P-3)
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman serta kondusif setelah tawur yang terjadi sehari sebelumnya.
Aparat mendapati tiga remaja yang diduga akan melakukan aksi tawuran. Setelah diinterogasi, mereka mengakui rencananya untuk bentrok dengan kelompok lain di wilayah tersebut,
Seluruh pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat
Setelah menerima laporan, polisi langsung menyisir lokasi kejadian guna menemukan senjata tajam yang diduga dibuang oleh para pelajar saat dibubarkan.
Polisi menyit enam senjata tajam, terdiri dari corbek, clurit dan gobang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved